Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung DPR RI, Jakarta. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengaku sulit bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Informasinya, Said Iqbal harus kirim surat resmi ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menemui Purbaya, membicarakan tarif Pajak Penghasilan (PPh) 5 persen untuk program Jaminan Hari Tua (JHT) yang menjadi tumpuan harapan pekerja kena PHK maupun yang pensiun.
Ketika ditanya soal itu, Purbaya menegaskan siap bertemu Said Iqbal pada Rabu (8/7/2026) di Kemenkeu. “Besok saya makan siang sama Pak Said Iqbal. Jam 12 siang. Di kantor saya,” ujar Purbaya kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Sebelumnya, Said mengaku dua kali meminta bertemu Purbaya. Namun tak mendapat respons positif. Dia pun jengkel dan menyinggung adab komunikasi antar pejabat di pemerintahan.
“Maaf ya, melalui kawan-kawan media nih, saya sudah dua kali, tiga kali saya minta ketemu Menteri Purbaya sebagai Penasihat Khusus Presiden, tapi tidak direspons,” ungkap Said di Jakarta, dikutip Selasa (7/7/2026).
Said mengaku telah mengajukan permintaan untuk bertemu Purbaya, bukan sebagai Presiden KSPI atau Partai Buruh. Namun sebagai Penasihat Khusus Presiden yang kedudukannya setara menteri. Seharusnya, sesama menteri bisa lebih mudah untuk membangun komunikasi.
“Pak Purbaya kan pernah bilang: Iqbal enggak pernah kirim surat. Iya, saya dengan Pak Purbaya kan sejajar, karena saya minta ketemunya sebagai Penasihat Khusus Presiden, bukan sebagai KSPI. Saya setingkat beliau lho,” tandasnya.
Idealnya, menurut Said, komunikasi sesama pejabat pemerintah seharusnya bisa diwujudkan secara langsung. Tidak perlu lewat prosedur yang bertele-tele. Misalnya, harus melayangkan surat permintaan resmi untuk audiensi atau lainnya.
“Kan kita sama-sama di pemerintahan. Kalau saya di luar, bolehlah harus pakai surat permohonan, atau surat silaturahmi,” imbuhnya.
Namun, Said terpaksa mengalah. Dia akhirnya mengirimkan surat permohonan resmi. Tapi ya itu tadi, belum ada kepastian kapan pertemuan itu bisa digelar. Alasannya, Purbaya di luar kota.
“Melalui kesempatan ini, kita kan sama-sama di pemerintah. Sudahlah jangan menghindar begitu, ya. Kita tahu kok Pak Purbaya di Jakarta, ngapain bilang ke luar kota,” ucap dia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












