Wasit Dinilai Berat Sebelah, Suporter Mesir Meradang Usai Dikandaskan Argentina

Wasit Dinilai Berat Sebelah, Suporter Mesir Meradang Usai Dikandaskan Argentina
Piala Dunia 2026

Ikhsan Medium.jpeg

Rabu, 8 Juli 2026 – 21:35 WIB

Dua suporter tim nasional Mesir, Eiad (kanan) dan Mahmoud, di Atlanta Stadium, AS, Selasa (7/7/2026). Mereka kecewa dengan kepemimpinan wasit yang membuat skuad negara mereka kalah 2-3 dari Argentina pada laga 16 besar Piala Dunia 2026. (Foto: Antara/Michael Siahaan)

Dua suporter tim nasional Mesir, Eiad (kanan) dan Mahmoud, di Atlanta Stadium, AS, Selasa (7/7/2026). Mereka kecewa dengan kepemimpinan wasit yang membuat skuad negara mereka kalah 2-3 dari Argentina pada laga 16 besar Piala Dunia 2026. (Foto: Antara/Michael Siahaan)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Suporter tim nasional Mesir benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa mereka terhadap kepemimpinan wasit Francois Letexier. Kekalahan tragis 2-3 dari Argentina pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat (AS), Selasa (7/7/2026) waktu setempat, dinilai tidak lepas dari serangkaian keputusan pengadil yang merugikan The Pharaohs.

“Kami seharusnya mendapatkan hasil yang lebih baik. Ada beberapa pertanyaan besar terkait kepemimpinan wasit di laga ini, termasuk soal gol kami yang dibatalkan,” ujar salah satu suporter Mesir, Wail, seperti dilansir Antara, Rabu (8/7/2026).

Kekecewaan Wail merujuk pada momen krusial ketika gol kedua Mesir yang dilesakkan oleh Mostafa Ziko dianulir oleh wasit Letexier. Setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR), wasit asal Prancis itu menganggap telah terjadi pelanggaran terlebih dahulu terhadap bek Argentina, Lisandro Martinez, sebelum gol tercipta.

Meski skuad Mesir sempat melayangkan protes keras di lapangan, wasit tetap bergeming pada keputusannya.

Drama Kejar-kejaran Gol di Atlanta

Meski dirugikan oleh keputusan VAR, Mesir sebenarnya sempat menunjukkan mental baja. Mereka bahkan sempat memimpin 2-0 atas Tim Tango. Gol pertama Mesir dicetak oleh Yasser Ibrahim pada babak pertama, yang kemudian digandakan oleh Mostafa Ziko pada menit ke-67.

Namun, keunggulan dua gol itu perlahan sirna. Argentina, yang menyandang status juara bertahan Piala Dunia 2022, mulai bangkit dan mengejar ketertinggalan. Cristian Romero memperkecil kedudukan lewat golnya pada menit ke-79, disusul oleh aksi mega bintang Lionel Messi yang menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-83.

Petaka bagi Mesir akhirnya runtuh pada masa injury time. Enzo Fernandez berhasil menyundul bola masuk ke gawang Mesir pada menit ke-90+2, sekaligus mengunci kemenangan Argentina menjadi 3-2.

Dua Klaim Penalti Mesir yang Menguap

Gol penentu kemenangan Argentina itulah yang kemudian memicu gelombang kontroversi baru. Suporter Mesir menilai, sebelum serangan balik yang berujung gol Enzo Fernandez itu terjadi, ada dua insiden pelanggaran nyata di dalam kotak penalti Argentina yang diabaikan oleh wasit.

Insiden pertama melibatkan Alexis Mac Allister yang kedapatan menarik jersi gelandang Mesir, Hamdy Fathy. Tak lama setelah itu, Julian Alvarez juga terlihat jelas menjatuhkan kapten Mesir, Mohamed Salah, di area terlarang.

Namun, alih-alih meniup peluit atau memeriksa VAR, wasit Letexier membiarkan pertandingan terus bergulir. Bola liar kemudian dialirkan cepat ke depan, dikuasai oleh Lautaro Martinez, yang langsung mengirimkan umpan matang untuk diselesaikan oleh Enzo Fernandez.

“Sebelum gol ketiga mereka, ada pelanggaran yang sangat berpotensi penalti untuk kami. Anehnya, ketika kami yang membuat gol, wasit begitu cepat meniup peluit untuk menganulirnya,” kata suporter Mesir lainnya, Eiad, dengan nada kesal.

Rekan Eiad, Mahmoud, menambahkan bahwa dari segi permainan, Mesir tampil jauh lebih agresif dan merepotkan ketimbang anak asuh Lionel Scaloni di Atlanta. “Kami seharusnya memenangi pertandingan ini. Kami sangat kecewa dengan performa wasit,” tegas Mahmoud.

Sindiran ‘Uang’ di Luar Stadion dan Catatan Sejarah

Ketegangan akibat hasil pertandingan ini bahkan sempat merembet ke luar lapangan. Usai laga, sejumlah suporter Mesir yang frustrasi sempat meluapkan emosi mereka di hadapan pendukung Argentina di area luar stadion. Mereka menggerakkan tangan seolah-olah sedang menghamburkan uang, sebuah gestur sindiran yang mengisyaratkan adanya keberpihakan atau ‘main mata’ dengan wasit. Beruntung, suporter Argentina memilih tidak terpancing sehingga gesekan fisik dapat dihindari.

Kendati harus angkat koper dengan cara yang menyakitkan, Mesir tetap pulang dengan kepala tegak. Di Piala Dunia 2026 ini, Mohamed Salah cs sukses menorehkan sejarah baru bagi sepak bola negaranya. Untuk pertama kalinya, Mesir berhasil lolos ke fase gugur setelah selalu kandas di babak grup pada edisi 1934, 1990, dan 2018. Mereka juga berhasil mencatatkan kemenangan pertama di babak gugur pasca-menumbangkan Australia di babak 32 besar.

Dengan hasil ini, Argentina berhak melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Di babak delapan besar nanti, Tim Tango dijadwalkan akan menantang Swiss, yang lolos setelah menumbangkan Kolombia di babak 16 besar.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today