Lebih dari Sepekan Terbakar, Ini Kendala Pemadaman di TPA Jatiwaringin

Lebih dari Sepekan Terbakar, Ini Kendala Pemadaman di TPA Jatiwaringin

artwork-didit.png

Kamis, 9 Juli 2026 – 02:10 WIB

Sejumlah kendaraan dan alat berat saat beraktivitas melakukan pemadaman di area TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (7/7/2026).(Foto: Antara)

Sejumlah kendaraan dan alat berat saat beraktivitas melakukan pemadaman di area TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (7/7/2026).(Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih belum menunjukkan hasil tuntas hingga hari ke-8, Rabu (8/7/2026). Kendala utama yang dihadapi petugas adalah api yang terus membara di bawah timbunan sampah.

Meski kobaran api di permukaan sudah tidak terlihat, asap pekat masih membumbung dari sejumlah titik di area TPA. Kondisi ini menandakan bara api masih aktif di lapisan dalam dan berpotensi kembali membesar sewaktu-waktu.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen Djohan Darmawan, menyebut karakteristik kebakaran di TPA menyerupai kebakaran lahan gambut yang sulit dipadamkan karena api tersembunyi di bawah permukaan.

“Ini yang menjadi kendala. Api berada di dalam timbunan, sehingga tidak bisa dijangkau secara langsung. Ditambah lagi material seperti plastik dan kaca membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” kata Djohan, Rabu (8/7/2026).

Untuk mengatasi keterbatasan dari darat, BNPB menambah kekuatan udara dengan mengoperasikan empat helikopter water bombing. Penyiraman dari udara difokuskan pada titik-titik yang tidak dapat diakses oleh petugas di lapangan.

Sementara itu, upaya penguraian terus dilakukan menggunakan alat berat seperti buldoser dan ekskavator untuk membongkar tumpukan sampah yang masih mengeluarkan asap. Metode ini dinilai penting untuk membuka titik bara tersembunyi agar proses pemadaman lebih efektif.

Hingga hari kedelapan, sekitar 50 persen area terdampak kebakaran telah berhasil dikendalikan, sementara proses pembersihan mencapai 70 persen. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa penanganan masih membutuhkan waktu karena kompleksitas sumber api.

Kebakaran yang terjadi sejak 30 Juni 2026 ini menjadi perhatian serius karena lamanya proses pemadaman. Petugas gabungan dari BNPB, BPBD, Manggala Agni, dan pemadam kebakaran masih terus berjibaku memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today