Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 di Jakarta Bird Land, Gelanggang Samudra Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/10/2026). (Foto: Antara/Lifia Mawaddah Putri)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat memberikan perhatian khusus bagi warga lanjut usia (lansia). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan pihaknya akan segera menyiapkan ruang terbuka khusus sebagai tempat berkumpul dan beraktivitas para lansia di Ibu Kota.
Menurut Pramono, ruang interaksi sosial ini sangat penting. Melalui berbagai kegiatan bersama, para lansia diharapkan bisa meningkatkan rasa percaya diri, menjaga semangat hidup, sekaligus tetap produktif di usia senja.
“Memang pertemuan-pertemuan yang seperti itu membuat umur panjang, membuat merasa dirinya bermanfaat dan produktif,” ujar Pramono saat menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026 di Jakarta Bird Land, Gelanggang Samudra Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/7/2026).
Mengembalikan Tempat Kumpul yang Sempat Hilang
Pramono memaparkan, Pemprov DKI sebenarnya sempat menyediakan lokasi khusus yang diperuntukkan bagi para lansia untuk beraktivitas. Namun, seiring berjalannya waktu dan adanya kebutuhan mendesak di lapangan, fasilitas tersebut terpaksa dialihkan fungsinya menjadi sekolah rakyat.
Oleh sebab itu, pemerintah daerah kini sedang berburu lokasi baru yang representatif sebagai tempat pengganti. Tujuannya jelas, agar kaum sepuh di Jakarta kembali memiliki wadah yang nyaman untuk saling berinteraksi, berolahraga ringan, atau sekadar bertukar cerita.
Menuju Kota Ramah Lansia di Usia Lima Abad
Perhatian terhadap kelompok ini dinilai bukan lagi hal yang bisa ditawar. Berdasarkan data terbaru, saat ini Jakarta menjadi rumah bagi sekitar 1,16 juta penduduk lansia. Angka ini mencakup sekitar 10,6 persen dari total populasi Ibu Kota.
Pramono menegaskan, besarnya jumlah lansia tersebut harus menjadi perhatian serius dalam setiap perencanaan pembangunan kota ke depan. Menjelang usia Jakarta yang akan memasuki lima abad, ia berharap kota ini berkembang menjadi ruang hidup yang ramah dan nyaman bagi semua generasi, termasuk kelompok usia lanjut.
Oleh karena itu, pembangunan kota Jakarta tidak boleh hanya berorientasi pada proyek infrastruktur fisik semata. Pemprov DKI juga wajib menjamin hak perlindungan, kemudahan akses layanan, serta ketersediaan ruang sosial yang layak.
Menjaga Harapan Hidup Kaum Sepuh
Untuk mewujudkan Jakarta yang inklusif ini, Pramono menilai pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama yang erat dan sinergi yang kuat mulai dari lingkungan keluarga, Forum Komunikasi Lanjut Usia (FKLU), komunitas, dunia usaha, tenaga kesehatan, hingga masyarakat luas.
Ia menambahkan, wujud kepedulian sejati terhadap lansia tidak cukup hanya diukur dari pemberian bantuan finansial atau fasilitas layanan kesehatan. Hal yang tidak kalah krusial adalah bagaimana menjaga agar api harapan dan semangat hidup mereka tidak padam.
“Kata kuncinya adalah lansia di Jakarta merasa memiliki harapan. Seseorang yang punya harapan biasanya lebih semangat untuk hidup,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














