Komitmen Lindungi Petani, Mentan Amran Siap Tutup Perusahaan Sawit yang Permainkan Harga

Komitmen Lindungi Petani, Mentan Amran Siap Tutup Perusahaan Sawit yang Permainkan Harga

Iwan Medium.jpeg

Rabu, 15 Juli 2026 – 10:28 WIB

Arsip foto - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja ke kawasan pembibitan kopi, di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (14/7/2026). (Foto: ANTARA/Harianto).

Arsip foto – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja ke kawasan pembibitan kopi, di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (14/7/2026). (Foto: ANTARA/Harianto).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Mencuatnya dugaan permainan harga tandan buah segar (TBS) sawit, membuat Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman benar-benar murka.

Dia bertekad akan menindak tegas seluruh pihak yang terbukti mempermainkan harga TBS sawit. Karena pihak yang dirugikan adalah petani sawit yang jumlahnya jutaan orang.

“Pemerintah tidak akan menoleransi praktik yang merugikan petani sawit. Karena komitmen pemerintah sudah jelas, meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Mentan Amran di Bener Meriah, Aceh, Rabu (15/7/2026).

Pernyataan itu disampaikan Mentan Amran saat berdialog dengan petani, dan pemerintah daerah di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Dipastikan, perusahaan yang sengaja menekan harga TBS sawit bakal ditindak tegas.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kata dia, para menteri terus mengawal harga komoditas strategis, agar manfaat kenaikan harga di pasar global, dapat dirasakan langsung oleh petani. “Harga sawit dunia mencapai Rp27 ribu per kilogram, sementara di Indonesia sempat di kisaran Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram,” ucap Amran.

“Ketika nilai dolar AS menguat, yang seharusnya menikmati keuntungan adalah petani sawit, kopi, kakao, dan kelapa. Tapi, justru harga sempat turun. Ini ada apa,” tambah Amran.

Ketika mengetahui harga TBS sawit anjlok, beberapa waktu lalu, Mentan Amran mengaku, langsung melaporkan kondisi tersebut kepada Presiden Prabowo. Saat itu, dirinya sedang menjalankan ibadah Haji di Tanah Suci.

“Kami ditelepon. Saya sampaikan, selesai berdoa kami langsung bekerja. Kalau ada perusahaan yang tidak menaikkan harga dan menyakiti petani, bila perlu kita tutup perusahaannya. Ini menyangkut kehidupan sekitar 15 juta petani sawit di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, langkah cepat pemerintah mulai menunjukkan hasil. Setelah pemerintah mengumumkan penguatan pengawasan terhadap harga sawit, harga TBS berangsur pulih.

Diingatkan, masih ada pihak-pihak yang berupaya kembali menekan harga. “Alhamdulillah, setelah kita umumkan langkah pemerintah, harga langsung bergerak naik dan sekarang sudah mulai pulih. Tetapi saya ingatkan, masih ada yang coba-coba menurunkan harga lagi. Kalau ada, Satgas akan menindak tegas,” ujarnya.

Mentan Amran menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan praktik tata niaga yang merugikan petani terus berlangsung. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan petani sebagai pelaku utama produksi pangan dan perkebunan.

“Kalau mau negara berhasil, jangan sakiti rakyat. Temani rakyat, dorong rakyat untuk berproduksi. Itu tugas kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mentan Amran mengatakan, sawit merupakan salah satu komoditas strategis nasional dengan nilai ekspor yang sangat besar. Karena itu, pemerintah terus melakukan pembenahan tata niaga agar nilai tambah komoditas dapat dinikmati lebih besar oleh petani sekaligus meningkatkan devisa negara.

“Kalau seluruh potensi sawit bisa dioptimalkan dan harga petani terjaga, nilai ekspor Indonesia akan meningkat signifikan. Karena itu pemerintah akan terus hadir memastikan petani memperoleh harga yang adil,” kata Mentan Amran.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today