IShowSpeed Frustrasi Messi ke Final: Lamine Yamal, Selamatkan Fans Ronaldo!

IShowSpeed Frustrasi Messi ke Final: Lamine Yamal, Selamatkan Fans Ronaldo!

Kemenangan dramatis Tim Nasional Argentina atas Inggris di laga semifinal Piala Dunia 2026 rupanya menyisakan “kengerian” tersendiri bagi basis penggemar Cristiano Ronaldo. 

Ketakutan itu diekspresikan secara blak-blakan oleh YouTuber dan streamer sensasional asal Amerika Serikat, iShowSpeed, yang mengirimkan pesan memelas kepada bintang muda Spanyol, Lamine Yamal.

Dalam siaran live streaming terbarunya usai laga Inggris kontra Argentina, Speed tampak frustrasi melihat Lionel Messi selangkah lagi menuju sejarah. Ia menutup siarannya dengan sebuah permohonan tulus sekaligus kocak yang langsung viral di media sosial.

“Tolong, Lamine… kalahkan Argentina… selamatkan saya! Jika Messi memenangkan Piala Dunia lagi, saya tidak akan punya apa-apa lagi untuk dikatakan sebagai penggemar Ronaldo,” rengek Speed yang memiliki lebih dari 57 juta subscribers di akun Youtubenya tersebut.

Ancaman “Kiamat” bagi Argumen Fans Ronaldo

Bagi mereka yang tidak terlalu mengikuti kultur internet, keputusasaan iShowSpeed ini memiliki latar belakang yang sangat mengakar dalam perdebatan GOAT (Greatest of All Time) antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Speed dikenal secara global sebagai pendukung garis keras, atau die-hard fan, Cristiano Ronaldo. Persona internetnya dibangun di atas kekagumannya yang fanatik terhadap CR7 dan “kebencian” komikalnya terhadap Messi.

Ketakutan Speed sangat beralasan. Ketika Messi membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar, perdebatan soal siapa pemain terbaik sepanjang masa dinilai oleh banyak pundit telah berakhir mutlak untuk kemenangan La Pulga.

Kini, jika Messi berhasil membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2026—mengukir rekor juara back-to-back (beruntun)—maka sisa-sisa argumen yang dimiliki oleh basis penggemar Ronaldo akan hancur lebur tanpa sisa. Itulah mengapa Speed menaruh harapan terakhirnya pada Lamine Yamal dan Timnas Spanyol untuk menghentikan dominasi Argentina di partai final.

Buntut Dendam Pribadi di Tribune Semifinal

Selain karena faktor persaingan Messi-Ronaldo, permohonan Speed agar Spanyol mengalahkan Argentina juga didorong oleh sentimen dan dendam pribadi yang baru saja terjadi beberapa jam sebelumnya.

Saat menonton langsung laga semifinal di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Speed secara terbuka mendukung Inggris. Sialnya, ia duduk tepat di jantung kerumunan suporter Argentina di belakang gawang. Saat ia merayakan gol pembuka Inggris yang dicetak Anthony Gordon, oknum suporter Argentina meresponsnya dengan kasar.

Speed menjadi korban pelecehan, disiram dan dilempari gelas bir, hingga mendapat lontaran makian bernada rasisme usai Argentina sukses membalikkan keadaan menjadi 2-1. Pengalaman pahit di tribune tersebut jelas semakin mempertebal doa Speed agar La Albiceleste kalah di laga puncak.

Ironi Puitis Yamal dan Messi

Di balik permohonan memelas iShowSpeed, terselip sebuah ironi puitis yang menjadi bumbu manis jelang final Piala Dunia 2026.

Sosok “juru selamat” yang diandalkan Speed, yakni Lamine Yamal, nyatanya memiliki ikatan masa lalu yang unik dengan sang rival, Lionel Messi. Pada tahun 2007, Yamal yang saat itu masih berusia lima bulan pernah dimandikan langsung oleh Messi dalam sebuah sesi pemotretan amal UNICEF yang ikonik.

Kini, Speed berharap “bayi” yang pernah diberkahi oleh Messi itu akan menjadi mimpi buruk yang menghentikan langkah Messi meraih trofi Piala Dunia ketiganya di New York, Minggu mendatang.

Visited 2 times, 1 visit(s) today