Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo (kiri) meninjau ruang kelas SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang ambruk di Jakarta, Jumat (24/7/2026). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan rencana renovasi puluhan sekolah di Ibu Kota pada 2026 terpaksa dipangkas akibat keterbatasan anggaran. Dari 22 sekolah yang semula masuk dalam daftar pembangunan, hanya tujuh yang telah memiliki alokasi anggaran dan dapat dikerjakan tahun ini.
“Dari 22 yang direncanakan untuk dibangun di tahun 2026 ini, hanya tujuh yang kemudian sudah teralokasi anggarannya,” kata Pramono saat meninjau SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Pramono menjelaskan pengurangan jumlah proyek dipicu oleh pemotongan dana bagi hasil (DBH) serta kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Meski demikian, hasil evaluasi di lapangan menunjukkan terdapat empat sekolah dengan kondisi bangunan yang dinilai sangat memprihatinkan sehingga harus segera diperbaiki.
“Karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan, kami putuskan empat sekolah ini dibangun sekarang juga,” ujarnya.
Empat sekolah tersebut meliputi SDN Kebayoran Lama Selatan 09, SMA Negeri 102 Jakarta, SDN Cempaka Putih Barat 03, serta SDN dan TKN Papanggo 01. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran sekitar Rp249 miliar untuk pembangunan keempat sekolah tersebut.
Dengan penambahan empat proyek prioritas itu, total sekolah yang akan dibangun pada 2026 menjadi 11 unit, terdiri atas tujuh proyek yang telah direncanakan sebelumnya dan empat proyek tambahan. Adapun proyek renovasi sekolah lainnya dijadwalkan dilanjutkan pada 2027.
Pramono menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh mengorbankan keselamatan maupun kenyamanan peserta didik.
Karena itu, Pemprov DKI memutuskan menggunakan kombinasi pendanaan dari Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan APBD Perubahan agar pembangunan dapat segera dimulai tanpa menunggu siklus anggaran tahun berikutnya.
“Kalau menunggu APBD, harus tahun depan. Prosesnya panjang. Maka kita ambil langkah cepat agar ini bisa segera ditangani,” katanya.
Ia memastikan seluruh proses pembangunan akan diawasi secara ketat dengan melibatkan sejumlah dinas teknis, seperti Dinas Bina Marga dan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata), guna menghindari kesalahan konstruksi seperti yang terjadi pada bangunan sebelumnya.
Pramono menambahkan pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 ditargetkan mulai paling lambat September 2026 dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 10 bulan.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










