Perang Dagang AS-China dan Gejolak Global Bayangi Energi RI, ESDM: Kondisi Masih Aman!

Perang Dagang AS-China dan Gejolak Global Bayangi Energi RI, ESDM: Kondisi Masih Aman!

Icon_INILAH GOLD.png

Sabtu, 25 Juli 2026 – 23:24 WIB

Sekjen Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika di sidang pleno XI tentang 'Ketahanan Energi dan Tata Kelola Energi dan Sumber Daya Mineral yang Mengabdi Kepada Kemakmuran Rakyat' di Hotel Bidakara, Sabtu (25/7/2026). (Foto: Inilah.com/M. Tegar Jihad)

Sekjen Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika di sidang pleno XI tentang ‘Ketahanan Energi dan Tata Kelola Energi dan Sumber Daya Mineral yang Mengabdi Kepada Kemakmuran Rakyat’ di Hotel Bidakara, Sabtu (25/7/2026). (Foto: Inilah.com/M. Tegar Jihad)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan peta dinamika ekonomi global yang kini membayangi ketahanan energi nasional. Mulai dari perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, dinamika pasokan minyak di Venezuela, hingga bara konflik geopolitik di Timur Tengah diakui membawa dampak langsung bagi Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa mengisolasi diri dari gejolak luar negeri karena keterikatan sistem ekonomi yang kian erat.

“Saya di sini menyampaikan fakta-fakta bahwa ekonomi kita ini memang sudah nyambung,” ujar Erani dalam Sidang Pleno XI Kongres KUII ke-8 di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Peluang di Balik Panasnya Perang Dagang AS-China

Meski perang dagang dua raksasa ekonomi dunia memicu ketidakpastian pasar global, Erani melihat ada celah keuntungan yang berhasil dimanfaatkan Indonesia. Salah satunya adalah gelombang relokasi industri keluar dari Tiongkok.

“Diakui atau tidak diakui bahwa perang dagang antara Cina dan Amerika juga berpengaruh. Padahal beberapa case sebenarnya pengaruhnya positif ke kita, karena sekarang ada pabrik yang di Cina kemudian digeser ke wilayah ASEAN, termasuk Indonesia,” ungkap Erani.

Di sisi lain, ia juga menyoroti kondisi di Venezuela. Menurutnya, pemulihan pasokan minyak mentah (crude oil) dari negara tersebut berpotensi menstabilkan pasokan pasar global yang pada akhirnya menguntungkan negara pengimpor seperti Indonesia dari sisi harga.

“Krisis di Venezuela keterkaitannya dengan energi. Ini juga ada sisi, awalnya mendongkrak harga, tapi sekarang kalau ini berjalan dengan baik, produksi crude nanti dari Venezuela berjalan lancar, saya kira itu juga akan memberikan manfaat yang baik untuk kita terkait harga crude-nya,” jelasnya.

Cermati Timur Tengah, DEN Siaga Tetapkan Status Krisis

Tantangan paling krusial yang tetap diwaspadai pemerintah saat ini adalah memanasnya suhu geopolitik di kawasan Timur Tengah. Jalur pasokan minyak dunia yang rentan terganggu membuat pemerintah ekstra hati-hati.

Erani menjelaskan, pemerintah melalui Dewan Energi Nasional (DEN) terus memantau pergerakan situasi dari waktu ke waktu guna mengantisipasi skenario terburuk seperti keadaan darurat energi.

“Melakukan upaya-upaya apakah kapan akan ditetapkan situasi Indonesia ini krisis energi, karena krisis itu ditetapkan melalui sidang-sidang di Dewan Energi Nasional. Kita bisa mengendalikan hal tersebut,” terangnya.

Jurus Diversifikasi Pasokan Impor Minyak

Kendati dihantam berbagai tekanan eksternal, Erani memastikan pasokan dan ketahanan energi pasokan dalam negeri hingga saat ini masih terkendali dan berada di level aman.

Kunci utama dalam menjaga stabilitas ini adalah keberhasilan pemerintah mengubah strategi perburuan energi di luar negeri, yakni memecah konsentrasi impor agar tidak bergantung pada satu atau dua negara pasokan saja.

“Sekarang insya Allah sudah dalam kondisi yang relatif stabil, tentunya dengan melakukan diversifikasi dari sumber impor. Kita belum terjadi peningkatan (produksi) di dalam negeri, tapi berhasil melakukan diversifikasi dari sumber-sumber terutama untuk minyak bumi,” pungkas Erani.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today