Ungkap Pemicu Gempa Kyushu Jepang, Pakar: Sisa Sesar 10 Tahun Lalu Pecah Lagi

Ungkap Pemicu Gempa Kyushu Jepang, Pakar: Sisa Sesar 10 Tahun Lalu Pecah Lagi

Ikhsan Medium.jpeg

Rabu, 29 Juli 2026 – 12:17 WIB

Gedung pusat perbelanjaan megah Mal Aeon Kumamoto porak-poranda setelah guncangan keras memicu ledakan di dalam bangunan imbas gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Pulau Kyushu, barat daya Jepang, Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat. (Foto: NHK)

Gedung pusat perbelanjaan megah Mal Aeon Kumamoto porak-poranda setelah guncangan keras memicu ledakan di dalam bangunan imbas gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Pulau Kyushu, barat daya Jepang, Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat. (Foto: NHK)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Gempa besar berkekuatan magnitudo 7,1 yang menghantam Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, barat daya Jepang pada Selasa (28/7/2026) sore, menguak fakta ilmiah yang menggetarkan. Para pakar seismologi mengindikasikan bahwa guncangan dahsyat ini dipicu oleh patahan sesar aktif yang belum sempat retak penuh saat tragedi gempa kembar melanda kawasan yang sama satu dekade silam.

Mengingat energi di bawah tanah yang baru terlepas, masyarakat di Imbau tidak mengendorkan kewaspadaan. Kantor berita Kyodo, mengutip analisis para ahli pada Rabu (29/7/2026), memperingatkan bahwa potensi gelombang gempa susulan yang kuat masih mengintai wilayah tersebut.

Pusat gempa M 7,1 kali ini berlokasi sangat dekat dengan titik gempa darat beruntun yang mengguncang Kumamoto pada 14 April 2016 (M 6,5) dan 16 April 2016 (M 7,3). Ketiga gempa besar ini sama-sama menghantam dengan kekuatan maksimum, yakni mencapai level 7 –skala intensitas tertinggi dalam sistem pengukuran seismik Jepang. 

Sebagai catatan, tragedi gempa di 2016 silam meluluhlantakkan infrastruktur Kumamoto dan menelan lebih dari 270 korban jiwa.

Bom Waktu di Sesar Hinagu Akhirnya Pecah

Secara geologi, wilayah tengah Pulau Kyushu memang dikepung oleh bentangan zona sesar aktif, terutama Sesar Futagawa dan Sesar Hinagu. Dua sesar inilah yang menjadi aktor utama di balik petaka gempa sepuluh tahun lalu.

Sejak tragedi 2016, para peneliti sebenarnya sudah berkali-kali membunyikan alarm peringatan. Bagian selatan dari Sesar Hinagu –yang membentang hingga ke dasar Laut Yatsushiro– tercatat hampir tidak mengalami pergeseran berarti saat gempa kembar 2016 terjadi. Artinya, segmen tersebut menyimpan akumulasi energi besar yang tertahan.

Profesor Seismologi dari Universitas Tohoku, Shinji Toda, mengungkapkan hasil analisisnya terhadap aktivitas seismik di sekitar Sesar Hinagu selama sepuluh tahun terakhir. Ia menemukan frekuensi gempa-gempa kecil berkekuatan magnitudo 1,5 atau lebih di kawasan tersebut justru melonjak lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan periode sebelum gempa 2016.

“Gempa pada tahun 2016 telah memindahkan tegangan dan tekanan yang sangat besar ke segmen sebelahnya. Tekanan tertimbun inilah yang akhirnya memicu pergerakan mendadak di sepanjang zona Sesar Hinagu kali ini,” jelas Toda. 

Ia menekankan bahwa dinamika pemicu antara gempa 2016 dan gempa Selasa lalu pada dasarnya memiliki mekanisme yang persis sama.

Mekanisme Sesar Geser dan Ketidakpastian Gempa Susulan

Berdasarkan data Badan Meteorologi Jepang (JMA), gempa M 7,1 yang mengguncang pada Selasa pukul 16.27 waktu setempat itu berpusat di kedalaman dangkal, yakni 16 kilometer. Pemicunya adalah strike-slip fault atau pergeseran sesar secara mendatar—karakteristik mekanis yang identik dengan gempa Kumamoto 2016.

Kendati indikasi ilmiah di lapangan menunjuk pada kemiripan pola dan lokasi, pihak Badan Meteorologi Jepang hingga saat ini masih bersikap hati-hati dan belum secara resmi menyimpulkan bahwa gempa pekan ini merupakan kelanjutan langsung dari siklus gempa 10 tahun lalu.

Meski demikian, fakta bahwa pergeseran sesar ini terjadi di kedalaman dangkal membuat energi guncangan di permukaan terasa amat destruktif. Tim tanggap darurat dan otoritas setempat kini terus bersiaga penuh mengantisipasi potensi gempa susulan berdaya rusak yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today