Progres Signifikan PSN Tambak Udang Terintegrasi Sumba Timur, Menko Zulhas Puji Trenggono

Progres Signifikan PSN Tambak Udang Terintegrasi Sumba Timur, Menko Zulhas Puji Trenggono

Iwan Medium.jpeg

Jumat, 31 Juli 2026 – 01:47 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa PDT Yandri Susanto dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono di kawasan tambak udang terintegrasi Sumba Timur, NTT, Kamis (30/7/2026). (Foto: Antara).

Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa PDT Yandri Susanto dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono di kawasan tambak udang terintegrasi Sumba Timur, NTT, Kamis (30/7/2026). (Foto: Antara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah mencanangkan Proyek Strategis Nasional (PSN) tambak udang terintegrasi (Integrated Shrimp Farming) di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Targetnya Indonesia menjadi eksportir udang terbesar di dunia.

Hal itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono saat mendampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Desa serta Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto saat kunjungan kerja ke lokasi proyek, Kamis (30/7/2026).

Rupanya, ketiga anggota Kabinet Merah Putih (KMP) itu tengah memonitor dan mengevaluasi PSN budi daya udang terintegrasi yang berada di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, NTT.

Turun dari mobil, ketiganya disambut Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali; Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani; Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya (Dirjen PB) KKP, Tb Haeru Rahayu. Hadir dalam acara ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan.

Selanjutnya, mereka menuju papan informasi proyek untuk mendengarkan pemaparan dari Tb Haeru Rahayu. Disampaikan bahwa proyek besar ini, berada di lahan seluas 2.150 hektare. Dengan lahan terbangun mencapai 1.361 hektare.

Kawasan tersebut terdiri atas intake seluas 14 hektare, kawasan budi daya 924 hektare, IPAL 82,34 hektare, fasilitas kawasan dan penunjang 280,66 hektare dan industri pendukung 60 hektare.

Dijelaskan, investasi proyek ini mencapai USD 500 juta atau setara dengan Rp7,2 triliun, yang terdiri atas pinjaman luar negeri sebesar Rp6,1 triliun dan Rp1,1 triliun dari rupiah murni pendamping.

Adapun konsep integrasi proyek ini, di sektor hulu dikelola swasta yang mencakup hatchery dan pabrik pakan. Sementara itu, sektor on farm dikelola pemerintah yang meliputi intake, tandon, kawasan budi daya, IPAL dan fasilitas kawasan. Dan sektor hilir dikelola swasta yang mencakup cold storage, pabrik es dan pengolahan udang.

Tb Haeru Rahayu mengatakan, sinergi pemerintah dan swasta akan menciptakan value chain yang berdaya saing global. Proyek ini lanjut dia, memiliki sejumlah manfaat. “Proyek ini akan menyerap tenaga kerja sebanyak 7.000 orang,” kata Tb Haeru Rahayu.

Dari jumlah itu, sebanyak 3.000 tenaga kerja lokal akan dilatih oleh BPPSDMKP (Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan).

Proyek ini diproyeksikan beroperasi penuh pada 2028. Saat ini, progres pembangunan mencapai 10 persen dengan dukungan operasional lapangan sebanyak 312 unit alat berat dan 682 tenaga kerja konstruksi.

Merasa Lebih Muda

Menko Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengaku senang melihat progres pembangunan PSN ini, yang disebutnya proyek raksasa.

Saking bungahnya, Menko Zulhas mengaku merasa lebih muda 5 tahun, setelah melihat perkembangan pembangunan PSN tambak udang terintegrasi yang cukup signifikan.

“Saya bahagia sekali. Terima kasih Pak Menteri (Trenggono) dan Pak Dirjen. Ini satu pekerjaan besar, raksasa,” kata Menko Zulhas.

Ia menyebut, proyek itu sebagai proyek raksasa karena dibangun di kawasan seluas 2.150 hektare, dan akan menyerap 7.000 tenaga kerja serta mampu memproduksi 52.800 ton udang per tahun.

Menko Zulhas mengatakan, kawasan tambak udang ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumba Timur. Sebab, bahan baku pakan seperti jagung akan diserap dari petani lokal.

Selain itu, kebutuhan tenaga kerja yang besar akan menggerakkan UMKM, warung makan, restoran, hotel dan juga sektor transportasi udara (penerbangan). “Kita yang dapat manfaatnya, kita juga yang mendapatkan kehormatan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, melalui PSN ini, Indonesia berkomitmen mewujudkan swasembada sekaligus menjadi pengekspor udang terbesar di dunia.

“Kita swasembada pangan bahkan akan jadi pengekspor terbesar di dunia. Kalau kita bikin ini, yang senang pasti orang Sumba Timur, orang NTT dan Indonesia. Kalau kita impor yang senang orang luar negeri, Thailand, Vietnam dan Tiongkok. Karena itu, pesan saya, jaga ini. Kalau ada perbedaan bicarakan,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, yang ikut dalam kunjungan tersebut mengatakan, DPR RI akan melakukan pengawasan terhadap proyek strategis nasional itu agar berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ini baru dimulai, DPR akan melakukan pengawasan sungguh-sungguh agar proyek nasional ini berjalan lancar dan bermanfaat,” katanya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today