Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Desa serta Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto saat meninjau lokasi Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Kamis (30/7/2026). (Foto: IG-Sakti Wahyu Trenggono)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan, pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan kemajuan yang sangat baik.
“Pembangunan K-SIGN tahap I menunjukkan progres signifikan di lahan seluas lebih dari 600 hektare,” kata Menteri Trenggono saat meninjau lokasi K-SIGN di Kabupaten Rote Ndao, Kamis (30/7/2026), dikutip dari akun Instagram Sakti Wahyu Trenggono.
“Saya bersama Menko Pangan dan Menteri Desa PDT pagi tadi meninjau lokasi K-SIGN. Kolam produksi hingga bangunan penunjang aktivitas pergaraman sudah berdiri kokoh, siap memproduksi 200 ton garam kualitas industri per hektarenya,” ujar Menteri Trenggono.
Cita-cita Swasembada Garam
Menteri Trenggono menjelaskan, sebagai program prioritas nasional pemerintah, K-SIGN memang dirancang untuk mendukung kedaulatan pergaraman.
“Setiap tahun, kebutuhan garam kita mencapai 5 juta ton, sedangkan kemampuan produksi usaha garam di dalam negeri baru di kisaran 1 juta – 1,6 juta ton per tahun, sehingga kehadiran K-SIGN menjadi harapan untuk menggapai cita-cita swasembada garam tahun 2027,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembangunan K-SIGN memang menjadi salah satu upaya strategis pemerintah untuk memperkuat produksi garam lokal dan mencapai target swasembada garam.
Diharapkan K-SIGN mampu meningkatkan produksi garam lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













