Marco Palestra Curi Panggung saat Chelsea Gebuk AC Milan 3-0 di GBK

Marco Palestra Curi Panggung saat Chelsea Gebuk AC Milan 3-0 di GBK

Satu nama mencuri perhatian dari laga pramusim Chelsea kontra AC Milan di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (8/8/2026). Marco Palestra, pemain Timnas Italia berusia 21 tahun, tampil begitu mencolok hingga membuat suporter Chelsea kebingungan menentukan posisi aslinya.

Palestra diturunkan sebagai bek kiri dalam susunan pemain utama Chelsea yang menang 3-0. Namun formasi tim berubah menjadi 3-4-2-1 sepanjang laga, memberi pemain Italia itu kebebasan untuk menyerang.

Hasilnya, ia terlihat di mana-mana.

Reaksi Suporter: Dia Lupa Kalau Dia Bek

Penampilan Palestra langsung menjadi bahan perbincangan di media sosial. Banyak yang menyoroti kemampuan olah bolanya serta keberanian menghadapi lawan satu lawan satu — dua hal yang tidak biasa ditemukan pada seorang bek.

“Marco Palestra begitu suka memainkan bola sampai lupa kalau dia seorang bek,” tulis salah satu suporter Chelsea.

Satu aksi khususnya menarik perhatian: caranya melepaskan diri dari kerumunan pemain di area tengah lapangan. Suporter menjuluki gerakan itu sebagai “gigitan ular”.

“Palestra sudah jadi salah satu pemain favorit saya. Saya belum pernah melihat orang yang melakukan lari dengan bola sebanyak dia. Dia benar-benar mimpi buruk bagi lawan yang mencoba menjaganya. Dia ada di mana-mana,” tulis suporter Chelsea lainnya.

Bukan Bek, Melainkan Penyerang Sayap

Kebingungan itu ada penjelasannya. Palestra memang bukan bek dalam arti sesungguhnya, melainkan penyerang sayap yang tidak keberatan membantu pertahanan.

Sepanjang kariernya, ia lebih sering bermain sebagai wing-back kanan. Ia menempuh pendidikan sepak bola di akademi Atalanta sebagai gelandang, dalam sistem yang menempatkan skema 3-4-3 sebagai fondasi utama.

Fleksibilitas itu semakin terasah saat dipinjamkan ke Cagliari musim lalu. Di sana ia dimainkan di berbagai posisi, mulai dari bek kanan, wing-back kanan, hingga peran lebih menyerang sebagai bagian dari trisula lini depan.

Karena itu, melihatnya bermain sebagai bek kiri di GBK sekaligus menyerang tanpa ragu bukanlah anomali. Itu justru versi paling murni dari tipe pemainnya.

Rebutan Klub Besar

Palestra menjadi salah satu nama paling diperebutkan pada bursa transfer musim panas ini. Inter Milan sempat mendekatinya dengan rencana khusus: menjadikannya padanan Federico Dimarco di sisi kanan.

Rencana itu gagal. Chelsea berhasil meyakinkannya dengan tawaran yang jauh lebih besar, baik dari sisi nilai transfer maupun gaji.

Atalanta melepasnya dengan nilai sekitar 50 juta euro, ditambah 10 juta euro dalam berbagai bonus berbasis performa.

Kegagalan Inter mendapatkan Palestra menjadi salah satu penyebab bursa transfer Nerazzurri berjalan tersendat musim ini, meski mereka juara Serie A dan Coppa Italia musim lalu.

Peluang di Timnas Italia

Penampilan seperti di GBK juga punya arti bagi kariernya di level internasional. Peran wing-back kanan diperkirakan menjadi posisi yang akan diberikan Roberto Mancini kepadanya saat menangani Timnas Italia.

Bagi pemain 21 tahun yang baru pindah ke Premier League, panggung di Jakarta menjadi pembuktian awal yang cukup meyakinkan.

Visited 1 times, 1 visit(s) today