Samsung Bisa Senyum Lebar, Galaxy Z Fold 8 Bikin Rekor 1,44 Juta Preorder

Samsung Bisa Senyum Lebar, Galaxy Z Fold 8 Bikin Rekor 1,44 Juta Preorder

Strategi baru Samsung di pasar ponsel lipat mulai menunjukkan hasil. Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, dan Galaxy Z Flip 8 mencatat 1,44 juta preorder di Korea Selatan selama periode pemesanan awal tujuh hari.

Angka tersebut menjadi rekor preorder tertinggi dalam sejarah smartphone Galaxy di Korea Selatan. Capaian ini sekaligus menunjukkan perubahan menarik dalam minat konsumen: Galaxy Z Fold 8 reguler dengan desain baru justru menjadi model yang paling banyak diburu, bukan varian Ultra.

Data tersebut menjadi penting karena Samsung tahun ini mengubah strategi lini foldable. Perusahaan tidak hanya menawarkan dua model premium, tetapi menghadirkan tiga perangkat dengan karakter berbeda, termasuk Galaxy Z Fold 8 yang menggunakan desain lebih pendek dan lebar.

Galaxy Z Fold 8 Jadi Penentu Rekor

Dari total 1,44 juta preorder, sekitar 70 persen merupakan Galaxy Z Fold 8. Dengan demikian, model reguler tersebut menyumbang sekitar 1 juta unit preorder di Korea Selatan.

Angka itu bahkan membuat Galaxy Z Fold 8 hampir menyamai total preorder gabungan Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7 pada tahun sebelumnya.

Capaian tersebut cukup menarik karena Samsung selama ini menempatkan model Ultra sebagai perangkat paling premium. Namun, data preorder menunjukkan konsumen justru lebih tertarik pada model yang menawarkan perubahan desain dengan harga relatif lebih rendah.

Galaxy Z Fold 8 menggunakan form factor baru dengan layar yang lebih lebar ketika perangkat dilipat. Saat dibuka, layar utamanya menggunakan rasio 4:3 yang membuat perangkat lebih menyerupai tablet konvensional.

Samsung sebelumnya menyebut perubahan desain tersebut merupakan respons terhadap cara konsumen menggunakan perangkat foldable dalam aktivitas sehari-hari.

140 Unit Terjual Setiap Menit

Selama periode preorder, Samsung mencatat rata-rata sekitar 140 perangkat terjual setiap menit di Korea Selatan.

Rekor baru tersebut mengalahkan beberapa pencapaian sebelumnya. Galaxy Note 10 mencatat 1,38 juta preorder pada 2019, sementara Galaxy S26 Series membukukan 1,35 juta unit pada awal 2026.

Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7 tahun lalu mencatat 1,04 juta preorder.

Dengan demikian, generasi terbaru foldable Samsung bukan hanya mengalahkan pendahulunya, tetapi juga berhasil melewati rekor smartphone Galaxy konvensional yang sebelumnya bertahan selama bertahun-tahun.

Konsumen Muda Mulai Melirik Foldable

Ada perubahan lain yang tidak kalah menarik.

Samsung mencatat sekitar separuh pembeli yang melakukan preorder melalui Samsung.com berasal dari kelompok usia remaja, 20-an, dan 30-an.

Jumlah konsumen perempuan dalam kelompok usia tersebut juga meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya.

Temuan ini penting karena smartphone lipat, terutama model Galaxy Z Flip, selama ini lebih identik dengan konsumen yang mencari perangkat ringkas dan fashionable.

Kini, Galaxy Z Fold 8 yang berukuran lebih besar justru mulai menarik kelompok pengguna yang lebih muda.

Hal tersebut bisa menjadi indikasi bahwa perangkat foldable mulai keluar dari kategori produk eksperimental untuk penggemar teknologi dan masuk ke pasar konsumen yang lebih luas.

Banyak Pengguna Mulai Meninggalkan HP Batang

Data dari SK Telecom memperkuat indikasi tersebut.

Sebanyak 62 persen pelanggan SK Telecom yang melakukan preorder Galaxy Z Fold 8 Series sebelumnya menggunakan smartphone konvensional berbentuk batang.

Angka tersebut naik 10 poin persentase dibanding generasi sebelumnya.

Artinya, pertumbuhan preorder bukan hanya terjadi karena pengguna Galaxy Fold lama melakukan upgrade. Sebagian konsumen justru datang dari kategori smartphone konvensional.

Jika pola tersebut berlanjut di pasar lain, Samsung memiliki peluang memperluas pasar foldable dengan menarik konsumen yang sebelumnya tidak memiliki alasan untuk beralih ke ponsel lipat.

Namun Ada Satu Sinyal yang Perlu Dicermati

Di balik rekor tersebut terdapat fakta yang patut diperhatikan.

Jika sekitar 70 persen preorder berasal dari Galaxy Z Fold 8, berarti gabungan Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Galaxy Z Flip 8 hanya menyumbang sekitar 30 persen.

Dengan total preorder 1,44 juta unit, kontribusi kedua model tersebut secara kasar berada di bawah 400 ribu unit.

Angka ini belum bisa digunakan untuk menyimpulkan bahwa Galaxy Z Flip 8 gagal. Samsung belum memberikan rincian resmi preorder masing-masing model, sementara preferensi konsumen di satu negara tidak otomatis menggambarkan kondisi global.

Namun, distribusi tersebut menunjukkan bahwa perubahan form factor Galaxy Z Fold 8 mungkin menjadi faktor yang lebih kuat daripada sekadar peningkatan spesifikasi.

Ini juga menjadi tantangan bagi lini Galaxy Z Flip jika tren serupa terjadi di pasar lain.

Harga Galaxy Z Series di Indonesia

Di Indonesia, Samsung memasarkan Galaxy Z Series terbaru dengan rentang harga yang cukup lebar.

Galaxy Z Flip 8 dibanderol mulai Rp19.999.000 untuk varian 12 GB/256 GB dan mencapai Rp23.999.000 untuk 12 GB/512 GB.

Sementara Galaxy Z Fold 8 dijual mulai Rp28.499.000 untuk varian 12 GB/256 GB. Model 12 GB/512 GB dibanderol Rp32.499.000, sedangkan varian 16 GB/1 TB mencapai Rp40.499.000.

Adapun Galaxy Z Fold 8 Ultra memiliki harga mulai Rp32.499.000 untuk 12 GB/256 GB, Rp36.499.000 untuk 12 GB/512 GB, dan Rp44.499.000 untuk varian 16 GB/1 TB.

Dengan harga tersebut, keberhasilan Galaxy Z Fold 8 di Korea Selatan belum otomatis berarti produk ini akan menjadi mass market di Indonesia. Harga hampir Rp30 juta untuk model termurah Galaxy Z Fold 8 tetap menempatkannya sebagai perangkat premium.

Visited 6 times, 3 visit(s) today