BBM Subsidi Bakal Dibatasi: Bahlil dan Purbaya Kompak Larang Kelompok Desil 9 dan 10

BBM Subsidi Bakal Dibatasi: Bahlil dan Purbaya Kompak Larang Kelompok Desil 9 dan 10

Clara Medium.jpeg

Selasa, 11 Agustus 2026 – 21:50 WIB

SPBU yang menjual BBM jenis Pertalite. (Foto: Antara)

SPBU yang menjual BBM jenis Pertalite. (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite bakal diperketat agar semakin tepat sasaran. Untuk kelompok masyarakat desil 9 dan 10 dilarang mendapatkannya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan isi pembahasan bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Karena masih ada kelompok masyarakat desil 9 dan 10 yang menikmati BBM subsidi.

Bahlil mengatakan, selama ini, penyaluran BBM bersubsidi belum bisa disebut tepat sasaran. Karena masih ada sebagian orang kaya yang menikmati BBM bersubsidi.

“Kita membahas juga terhadap pola subsidi tepat sasaran selama ini kan kita tahu teman-teman sebagian subsidi tidak tepat sasaran. Masa orang kaya harus kita subsidi contoh Pertalite,” ujar Bahlil di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Bahlil mengaku telah menemukan fakta di lapangan bahwa orang kaya yang masuk kelompok desil 9 dan 10, masih menggunakan BBM bersubsidi.

Oleh karena itu, Kementerian ESDM bersama Kemenkeu terus berkoordinasi untuk melakukan pembatasan BBM subsidi jenis Pertalite.

“Desil 9 desil 10 masih dapat yang subsidi, ini yang terus kita bahas sistemnya segala macam supaya angka subsidi yang ratusan triliun rupiah diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak. Sejalan dengan arahan  Presiden,” kata Bahlil.

Dalam kesempatan itu, Purbaya mengatakan, pembatasan sistem untuk pembelian BBM subsidi, masih digodok. Dia pun sepakat bahwa kelompok kaya yang diwakili desil 9 dan 10, dilarang menggunakan BBM subsidi jenis Pertalite.

“Kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan Pertalite untuk desil 9 dan 10. Tapi, bukan sekarang ya. Beberapa bulan kemudian kita kurangi. Sedang kita pelajari sistemnya. Saya sudah lihat, sistem Pertamina sudah cukup baik. Siap kita laksanakan,” kata Purbaya.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today