Kerja Cepat PLN Pulihkan Kelistrikan Pascagempa NTT Menuai Apresiasi

Kerja Cepat PLN Pulihkan Kelistrikan Pascagempa NTT Menuai Apresiasi

Iwan Medium.jpeg

Rabu, 19 Agustus 2026 – 19:54 WIB

Warga melihat bangunan rumah rusak akibat gempa di Terong, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/4/2026). (Foto: ANTARA/Mega Tokan/bay/agr).

Warga melihat bangunan rumah rusak akibat gempa di Terong, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/4/2026). (Foto: ANTARA/Mega Tokan/bay/agr).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pengamat energi Joko Priyoski memberikan apresiasi atas kerja cepat PT PLN (Persero) dalam memulihkan kelistrikan di wilayah Flores, pascagempa NTT yang melanda kawasan Laut Flores.

Dia menilai, keberhasilan PLN memulihkan sistem kelistrikan Flores dalam waktu kurang dari tiga hari setelah gempa merupakan bukti nyata kesiapsiagaan dan kecepatan respons PLN dalam menghadapi situasi darurat.

“Kurang dari tiga hari setelah gempa, sistem kelistrikan Flores sudah berhasil dipulihkan. Ini bukan pekerjaan sederhana. Di tengah kondisi pascabencana dan tantangan di lapangan, PLN mampu bergerak cepat agar masyarakat kembali mendapatkan akses listrik,” ujar Joko di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Menurut eks aktivis 98 itu, kecepatan PLN dalam mengerahkan personel, peralatan, serta dukungan kelistrikan darurat menunjukkan bahwa pemulihan listrik bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga bagian penting dari upaya membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan secara normal setelah bencana.

“Di tengah situasi sulit pascagempa, masyarakat membutuhkan kehadiran negara yang nyata. Apa yang dilakukan PLN dengan bergerak cepat memulihkan listrik adalah bentuk pelayanan yang langsung dirasakan masyarakat. Ketika listrik kembali menyala, harapan masyarakat juga ikut menyala,” ujar  Ketua DPP Kaukus Muda Antikorupsi (Kamaksi) itu.

Ia menilai, pemulihan kelistrikan memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat Flores. Listrik dibutuhkan untuk mendukung rumah sakit dan fasilitas kesehatan, posko pengungsian, komunikasi, aktivitas ekonomi, hingga kebutuhan sehari-hari warga yang terdampak bencana.

“Kerja para petugas PLN di lapangan patut diapresiasi. Mereka bekerja di tengah kondisi yang tidak mudah agar masyarakat tidak terlalu lama berada dalam kegelapan. Ini adalah bentuk pengabdian yang mungkin sederhana terlihat, tetapi dampaknya sangat besar bagi warga,” kata Joko.

Pandangan senada disampaikan analis kebijakan publik, Nasky Putra Tandjung bahwa langkah cepat PLN di bawah kepemimpinan Darmawan Prasodjo layak mendapatkan apresiasi.

Dalam tempo singkat, PT PLN (Persero) bergerak cepat memulihkan sistem kelistrikan di NTT pascagempa. Sebanyak 11 gardu induk yang sempat padam, kini seluruhnya telah menyala. Dari 59 penyulang, 58 di antaranya atau 98,3 persen sudah kembali beroperasi. Sementara itu, sekitar 88 persen pelanggan telah kembali mendapatkan pasokan listrik.

Jaga Kelistrikan Nasional dari Posko Gempa NTT

Pada Sabtu malam (15/8/2026), Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo bersama jajaran Direksi PLN, turun langsung mengawal kesiapan kelistrikan di berbagai lokasi Indonesia, dari posko bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama (Dirut) PLN, Darmawan Prasodjo bersama jajaran Direksi PLN saat konferensi pers (konpres) dari PLN Unit Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Barat, Manggarai Barat, Sabtu malam (15/8/2026). (Foto: Dok. PLN ).

Darmawan mengatakan, PLN melaksanakan pengamanan sistem kelistrikan secara menyeluruh. “Sejak awal Agustus, PLN sudah bergerak full. Kami sudah cek satu per satu, mulai dari pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, sampai jaringan distribusi dan jalur di sekitar lokasi kegiatan,” ujar Darmawan.

Tanpa ragu, Darmawan menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat, khususnya dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.

Dukungan dan koordinasi lintas kementerian serta lembaga, menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan kelistrikan nasional. Alhasil, PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan pada 17 Agustus 2026 mencapai 42,6 gigawatt (GW).

Sementara itu, daya mampu pembangkit mencapai 51,6 GW, sehingga tersedia cadangan daya yang mencukupi sebesar 9 GW atau sekitar 21,1 persen.

“Saat ini seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45.000 personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus,” tegas Darmawan.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today