AHY Kenang Masa Suram Usai Ani Yudhoyono Wafat: Dua Tahun Cikeas Gelap

AHY Kenang Masa Suram Usai Ani Yudhoyono Wafat: Dua Tahun Cikeas Gelap

Vonita Medium.jpeg

Selasa, 4 November 2025 – 04:05 WIB

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menjadi pembicara dalam Peluncuran Buku

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menjadi pembicara dalam Peluncuran Buku “The Mentor: 9 Purnama di Sisi SBY” karya Merry Riana di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025) malam.(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap betapa dalamnya duka yang menyelimuti keluarga setelah kepergian sang ibunda, Ani Yudhoyono.

Ia mengungkap selama dua tahun usai sang ibu wafat, aura di Cikeas, kediamannya, seakan suram.

Hal tersebut disampaikan AHY saat menjadi pembicara dalam Peluncuran Buku “The Mentor: 9 Purnama di Sisi SBY” karya Merry Riana di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025) malam.

Ia menuturkan kehilangan tersebut menjadi pukulan berat bagi seluruh keluarga, terutama bagi sang ayah, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Healing after a great loss. Kami menjadi saksi dua tahun gelap, Cikeas gelap, seperti hilang auranya. Dulu menjadi salah satu pusat kekuatan politik di Indonesia,” kata AHY.

AHY menilai Cikeas yang selama satu dekade menjadi salah satu pusat pengambilan kebijakan penting di Tanah Air ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Presiden ke-6 RI.

Ia pun mengungkap kesedihan yang paling mendalam adalah saat melihat sosok SBY yang begitu terpukul oleh kehilangan Ani Yudhoyono.

“Dua tahun itu gelap rasanya. Kami semua terpukul, tapi lebih sedih ketika melihat seorang tokoh besar seperti Pak SBY yang begitu terpukul,” ujarnya.

Kendati demikian, AHY menyaksikan bagaimana SBY perlahan-lahan menemukan kembali kekuatannya. Ia menyebut SBY tidak hanya berhasil melewati masa-masa sulit, tetapi juga bangkit dan melakukan transformasi diri yang mengagumkan.

“Tapi Tuhan kembali menuntun, dan beliau pas untuk menata hati, melalui itu semua, dan bukan hanya bisa melewati masa-masa sedih, dan bukan hanya bangkit, beliau bisa berlakukan transformasi yang tidak banyak dilakukan, yang tidak banyak bisa dilakukan oleh orang lain,” jelasnya.

Transformasi tersebut, lanjut AHY, membawa SBY ke dunia seni dan kreativitas.

SBY kemudian menyibukkan diri sebagai seorang pelukis, pencipta puisi, penulis lagu, hingga mendirikan klub bola voli Lavani yang telah menorehkan prestasi juara.

“Tapi di balik itu semua ada proses dan kerja keras tadi, jatuh bangunan tadi,” ungkapnya. 
 

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today