Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto kepada wartawan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pemerintah Indonesia tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Singapura untuk mengembangkan pusat data (data center) regional. Proyek ini diproyeksikan akan mencakup kawasan Singapura-Johor-Riau sebagai langkah memperkuat rantai pasok ekonomi digital di Asia Tenggara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa sinergi kawasan tersebut menjadi salah satu fokus utama pemerintah saat ini.
“Kita sedang berbicara bagaimana menyinergikan Singapura-Johor-Riau untuk menjadi data center. Nah, ini juga kita sedang bahas dan ini juga sifatnya strategis,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Airlangga menilai sektor digital merupakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memiliki ketahanan tinggi. Berbeda dengan sektor fisik yang kerap terhambat masalah logistik, sektor digital dinilai lebih fleksibel di tengah situasi dunia yang sedang tidak menentu.
“Global juga melihat sektor digital ini menjadi pemicu pertumbuhan selanjutnya karena sektor ini tidak terdisrupsi oleh perang,” ujarnya.
Selain pengembangan pusat data di kawasan Riau, pemerintah juga berkomitmen memperkuat pusat industri yang sudah ada, seperti Kawasan Industri Kendal dan wilayah Batam-Bintan-Karimun (BBK). Menurut Airlangga, minat investor pada lokasi-lokasi tersebut sangat tinggi hingga memerlukan perluasan area.
“Kawasan Industri Kendal yang saat sekarang sudah utilisasinya hampir penuh dan akan ekspansi lagi 1.000 hektare,” ucap dia.
Senada dengan Kendal, Nongsa Digital Park di Batam juga mencatatkan tingkat okupansi yang hampir penuh dan saat ini sedang memproses ekspansi lanjutan.
Kawasan tersebut memang telah lama diproyeksikan sebagai hub ekonomi digital nasional berkat dukungan infrastruktur telekomunikasi yang mumpuni serta kedekatan geografis dengan Singapura.
Di luar isu pusat data, Airlangga menambahkan bahwa perkembangan sektor semikonduktor juga menjadi perhatian utama dalam forum-forum ekonomi global, termasuk diskusi dengan Amerika Serikat (USTR) dan negara-negara ASEAN.
“Baik itu di Eropa, kemudian di ASEAN, bahkan juga dengan pembicaraan dalam USTR. Mereka juga concern mengenai digitalisasi dan semikonduktor,” ungkapnya.
Sebagai langkah konkret untuk mendukung ekosistem digital tersebut, pemerintah sebelumnya telah menjalin kolaborasi dengan Danantara Indonesia dan perusahaan teknologi Arm Ltd. Kerja sama ini menargetkan pencetakan 15.000 talenta semikonduktor dalam tiga hingga lima tahun ke depan guna memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri digital dunia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













