Di tengah ancaman lonjakan harga laptop berbasis Windows secara global, langkah mengejutkan Apple merilis MacBook Neo seharga US$599 (sekitar Rp10,1 juta) diprediksi akan mengubah peta persaingan pasar komputer entry-level.
Firma riset pasar TrendForce memproyeksikan bahwa laptop termurah dari Apple ini akan laku keras. Dengan penetapan harga yang disesuaikan untuk membidik pasar komputer mainstream dan sektor pendidikan, estimasi penjualan MacBook Neo diprediksi bisa mencapai empat hingga lima juta unit sepanjang tahun 2026 ini.
Badai Kenaikan Harga Landa Laptop Windows
Melansir laporan dari 9to5Mac, daya tarik MacBook Neo akan semakin kuat memasuki paruh kedua tahun ini. Hal ini dipicu oleh prediksi kenaikan harga komponen yang cukup ekstrem pada perangkat Windows pesaingnya.
Kenaikan harga memori dan CPU diperkirakan akan mengerek harga laptop Windows mainstream hingga 40 persen sepanjang tahun ini. Sebagai ilustrasi, sebuah laptop Windows kelas menengah dengan harga awal eceran (MSRP) US$900 (sekitar Rp15,1 juta) bisa melonjak tajam hanya karena naiknya biaya produksi komponen inti tersebut.
Kondisi ini diperparah oleh strategi produsen laptop Windows yang terpaksa memprioritaskan pasokan komponen terbatas mereka untuk lini produk premium yang lebih mahal. Akibatnya, pasar mulai mengalami kelangkaan untuk model laptop Windows berharga miring di kelas entry-level.
Strategi “Harga Terkunci” Apple
Di sisi lain, saat harga perangkat pesaing fluktuatif, harga MacBook Neo diprediksi akan tetap stabil. Ada dua faktor utama yang membuat Apple kebal dari volatilitas harga komponen saat ini:
Daya Beli Raksasa: Apple memanfaatkan skala ekonomi dan modalnya yang masif untuk mengamankan pasokan komponen dalam kontrak jangka panjang, sehingga terhindar dari fluktuasi harga mendadak.
Konsistensi Pemasaran: Setelah meluncurkan MacBook Neo dengan positioning harga yang sangat kompetitif dan menjadikannya ujung tombak pemasaran, sangat kecil kemungkinan Apple akan meralat harga tersebut dalam waktu dekat.
Kombinasi antara naiknya harga PC Windows dan stabilnya harga laptop Apple ini disebut-sebut mulai menggoda para pengguna setia Windows untuk beralih (switch) ke ekosistem macOS melalui MacBook Neo.
Poin Kunci (Quick Takeaways):
Keunggulan Harga: MacBook Neo diluncurkan dengan harga sangat terjangkau, mulai US$599 (Rp10,1 juta).
Kondisi Pasar: Harga laptop Windows diprediksi naik hingga 40% tahun ini akibat mahalnya harga CPU dan memori.
Prediksi Penjualan: TrendForce memproyeksikan MacBook Neo akan terjual 4-5 juta unit.
Kestabilan Apple: Harga MacBook Neo dipastikan stabil berkat kekuatan rantai pasokan jangka panjang Apple.














