Ilustrasi. (Foto: istock)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Lanskap investasi di Indonesia saat ini tengah mengalami pergeseran demografi yang masif. Data menunjukkan bahwa generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z) dan milenial, kini mendominasi kepemilikan berbagai kelas aset seperti saham dan kripto (crypto).
Merespons tren tersebut, platform investasi aset digital berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Pintu Kemana Saja (PINTU), mengambil langkah proaktif dengan menggandeng komunitas mahasiswa untuk meningkatkan literasi keuangan.
Berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa & Pemuda Nagekeo Se-Jabodetabek (HIMAPEN), PINTU menggelar edukasi bertajuk “Menangkap Peluang Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas”. Acara yang berlangsung di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026) ini dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tingginya urgensi edukasi ini selaras dengan laporan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025 yang dirilis oleh Indonesia Crypto Network (ICN), Coinvestasi, dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).
Laporan tersebut mencatat bahwa kelompok usia 18–34 tahun menyumbang porsi raksasa hingga 81,6 persen dari total pengguna aset kripto di Tanah Air.
Dominasi serupa juga terlihat di pasar modal. Berdasarkan Statistik Pasar Modal Indonesia yang diterbitkan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per April 2026, sebanyak 55 persen dari total investor saham didominasi oleh kelompok usia di bawah 30 tahun.
Kolaborasi Industri dan Akademisi
Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, mengapresiasi antusiasme generasi muda Nagekeo dalam memahami peluang ekonomi digital. Menurutnya, edukasi lintas aset sangat krusial agar generasi muda tidak sekadar ikut-ikutan tren (Fear Of Missing Out/FOMO), melainkan menjadi investor yang bijak dan memahami profil risiko.
“Dengan menghadirkan para pakar yang berpengalaman, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan literasi keuangan, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara industri dan akademisi dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi perkembangan teknologi finansial,” ujar Andy dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Edukasi lintas instrumen investasi ini turut menghadirkan sejumlah praktisi pasar modal dan keuangan global terkemuka, di antaranya praktisi keuangan Vier Abdul Jamal, Komisaris PT Adhikita Sekuritas Indonesia B. Hari Mantoro, serta Direktur Utama PT Smartin Advisor System Dr. Odang Supriatna.
Di sisi lain, Ketua Umum HIMAPEN se-Jabodetabek, Aster Leta, menjelaskan bahwa komunitasnya menjadi wadah bagi pemuda Nagekeo di perantauan untuk belajar bersama dan meningkatkan kapasitas diri.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dan pekerja muda mendapatkan pemahaman terkait bagaimana cara memanfaatkan perkembangan teknologi. Termasuk bagaimana cara berinvestasi yang tepat serta instrumen apa saja yang cocok dan aman dilakukan oleh para mahasiswa,” ungkap Aster.
Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat terus berlanjut guna menciptakan ekosistem inklusi keuangan nasional yang sehat, bertanggung jawab, dan aman bagi investor ritel muda.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














