Aminatun, Penyintas Tragedi Tanjung Priok: Saya tak Rela Soeharto Diberi Gelar Pahlawan

Aminatun, Penyintas Tragedi Tanjung Priok: Saya tak Rela Soeharto Diberi Gelar Pahlawan

Nebby Medium.jpeg

Rabu, 5 November 2025 – 18:26 WIB

Presiden ke-2 RI, Soeharto. (Foto: Straight News).

Presiden ke-2 RI, Soeharto. (Foto: Straight News).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Penolakan terhadap wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto datang dari Aminatun, penyintas tragedi Tanjung Priok 1984. Bagi perempuan yang pernah menjadi korban kekerasan aparat ini, gagasan tersebut bukan sekadar membuka luka lama, tetapi juga menyinggung rasa keadilan yang tak kunjung ia dapatkan.

“Saya tidak rela kalau Soeharto itu dijadikan pahlawan, karena saya sendiri sampai sekarang tidak mendapatkan pengadilan yang hak untuk diri saya,” ujar Aminatun dalam diskusi publik di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Aminatun merupakan saksi hidup sekaligus korban kekerasan dalam peristiwa berdarah di Tanjung Priok. Ia ditangkap ketika berusaha membela kakaknya yang ditahan tanpa surat perintah.

“Kemudian dijebloskan di kantor polisi, diinterogasi sampai pagi. Saya melihat penyiksaan kepada kakak saya dan teman-teman yang ada,” tuturnya mengenang.

Selama penahanan, ia juga mengalami perlakuan tak manusiawi. Para aparat, kata Aminatun, bahkan melempar makanan kepada para tahanan. Setelah itu, ia dibawa ke Komando Distrik Militer (Kodim) dan kembali mengalami kekerasan fisik serta pelecehan.

Saat peristiwa itu terjadi, Aminatun berusia 27 tahun. Ia menyaksikan banyak korban tewas tanpa proses hukum.

Ia menilai, memberi gelar pahlawan kepada Soeharto sama saja dengan menutup mata atas penderitaan para korban dan keluarga mereka. Pengakuan semacam itu, menurutnya, hanya akan semakin melukai hati mereka yang belum mendapatkan keadilan.

“Dengan kondisi seperti itu, pantaskah seorang pemimpin, seorang negarawan kemudian memperlakukan rakyatnya seperti itu? Terus dia punya kebaikan yang satu, terus dijadikan pahlawan, tapi semua perbuatannya jelek, apa bisa masuk akal tidak kalau dia itu seorang pahlawan?” tegasnya.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today