APBN Oktober 2025 Defisit Rp479,7 Triliun, Menkeu Purbaya: Masih dalam Batas Aman

APBN Oktober 2025 Defisit Rp479,7 Triliun, Menkeu Purbaya: Masih dalam Batas Aman

Ikhsan Medium.jpeg

Jumat, 21 November 2025 – 20:55 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA Edisi November 2025 di Jakarta, Kamis (20/11/2025). (Foto: Tangkapan Layar Youtube/ Kementerian Keuangan RI)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA Edisi November 2025 di Jakarta, Kamis (20/11/2025). (Foto: Tangkapan Layar Youtube/ Kementerian Keuangan RI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Neraca keuangan negara kembali mencatatkan pelebaran selisih antara pendapatan dan belanja menjelang tutup tahun. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami defisit sebesar Rp479,7 triliun per akhir Oktober 2025.

Angka tersebut setara dengan 2,02 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam konferensi pers ‘APBN Kita’ edisi November 2025 yang digelar Kamis (20/11/2025), Menkeu Purbaya mengungkapkan adanya tren kenaikan defisit jika dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya.

Per 30 September 2025, defisit tercatat di angka Rp371,5 triliun atau 1,56 persen dari PDB. Artinya, dalam satu bulan, terjadi pelebaran gap fiskal yang cukup signifikan. Meski demikian, Bendahara Negara itu buru-buru menenangkan pasar dan publik. Ia menegaskan bahwa posisi ini masih jauh di bawah batas toleransi yang ditetapkan dalam Undang-Undang APBN 2025, yakni sebesar 2,78 persen.

“Ini mencerminkan komitmen defisit yang kuat untuk menjaga APBN yang efektif,” tegas Menkeu Purbaya dengan nada optimistis.

Kinerja Mesin Penerimaan Negara

Melihat sisi pemasukan, mesin penerimaan negara sebenarnya bekerja cukup keras. Hingga akhir Oktober, total pendapatan negara telah menyentuh angka Rp2.113,3 triliun. Capaian ini setara dengan 73,7 persen dari outlook atau target tahunan, meningkat dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar Rp1.863 triliun.

Menkeu Purbaya merinci, tulang punggung penerimaan masih ditopang oleh sektor perpajakan. Setoran pajak tercatat mencapai Rp1.708 triliun atau 71,6 persen dari target.

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menunjukkan performa gemilang dengan realisasi Rp402,4 triliun, atau sudah memenuhi 84,3 persen dari target outlook.

Belanja Negara Kian Deras

Di sisi lain, keran belanja negara mengalir lebih deras guna membiayai berbagai program prioritas pemerintah. Total belanja negara hingga Oktober 2025 telah terealisasi sebesar Rp2.593 triliun atau 73,5 persen dari pagu anggaran.

Secara rinci, belanja pemerintah pusat mendominasi dengan angka Rp1.879,9 triliun (70,6 persen dari outlook). Sementara itu, dana yang mengalir ke daerah melalui Transfer ke Daerah (TKD) telah mencapai Rp713,4 triliun atau 82,6 persen.

Tingginya realisasi TKD ini mengindikasikan percepatan penyaluran dana desa dan dana alokasi umum ke berbagai pelosok tanah air.

Menutup paparannya, Menkeu Purbaya memastikan Kementerian Keuangan akan terus melakukan pemantauan ketat (monitoring) terhadap setiap sen uang negara yang keluar. Fokus utama kini tertuju pada efisiensi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) di sisa dua bulan terakhir tahun 2025, guna memastikan defisit tetap terjaga di jalur yang aman tanpa mengorbankan stimulus ekonomi.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today