Badai PHK Microsoft Hantam Keras Divisi Xbox demi Ambisi AI

Badai PHK Microsoft Hantam Keras Divisi Xbox demi Ambisi AI

Raksasa teknologi Microsoft kembali melakukan langkah efisiensi massal dengan memangkas sekitar 4.800 karyawan atau setara 2,1 persen dari total tenaga kerjanya. Unit bisnis gim Xbox menjadi divisi yang paling babak belur dalam gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) ini, seiring langkah perusahaan memindahkan fokus penuh ke pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Wakil Presiden Eksekutif Microsoft, Amy Coleman, menegaskan bahwa keputusan pahit ini diambil agar perusahaan dapat bergerak lincah beradaptasi dengan perubahan industri yang berlangsung sangat cepat. Microsoft memilih memusatkan sumber daya pada sektor yang mampu memberikan nilai lebih besar bagi konsumen.

“Perusahaan tidak dapat memilih apakah industrinya berubah, tetapi dapat memilih apakah akan berubah bersama industri tersebut,” tulis Coleman dalam memo internal perusahaan, dikutip dari BBC, Sabtu (11/7/2026).

Tuntutan Industri Digital dan Dampak AI

Coleman mengklarifikasi bahwa posisi-posisi yang dihapus tersebut bukan langsung digantikan oleh teknologi AI. Namun, ia tidak menampik bahwa kehadiran kecerdasan buatan telah mengubah lanskap dan cara kerja di internal korporasi.

Divisi Xbox menjadi sektor yang menanggung hantaman restrukturisasi paling berat. Lebih dari 1.600 posisi dipangkas secara radikal. Tak hanya itu, empat studio pengembang gim di bawah naungan Microsoft, yakni Compulsion Games, Double Fine Productions, Ninja Theory, dan Undead Labs, resmi didepak dan dipisahkan dari organisasi Xbox sebagai bagian dari manuver strategi bisnis yang baru.

Chief Executive Officer (CEO) Xbox Asha Sharma menyebut langkah radikal ini sebagai awal dari restrukturisasi paling signifikan sepanjang sejarah berdirinya Xbox.

“Perubahan ini adalah tentang masa depan Xbox yang lebih besar, bukan yang lebih kecil,” ungkap Sharma melalui pernyataan resminya di platform X. 

Ia menambahkan, penyesuaian besar-besaran pada portofolio konten, platform, hingga operasional wajib dilakukan agar Xbox tetap kompetitif di pasar gim global.

Alihkan Investasi ke Pusat Data AI

Langkah perampingan ini senada dengan agresivitas Microsoft yang terus menyuntikkan dana selangit untuk pengembangan AI dan infrastruktur pusat data (data center) dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum gelombang PHK ini pecah, Microsoft sudah mengumumkan rencana memperbesar belanja AI bernilai miliaran dolar AS yang diikuti dengan kebijakan pengetatan anggaran di berbagai lini bisnis.

Analis teknologi, Paolo Pescatore, menilai restrukturisasi ini menunjukkan perubahan arah kemudi strategi Microsoft, khususnya di sektor hiburan digital. 

Menurutnya, tantangan Xbox saat ini bukan lagi sekadar memotong biaya operasional, melainkan mendefinisikan ulang posisi mereka di tengah pasar yang kian bergeser ke layanan komputasi awan (cloud), PC, konsol, dan model langganan bulanan.

Independensi Studio Gim dan Fokus Waralaba Utama

Sementara itu, analis Ampere Analysis, Piers Harding-Rolls, berpendapat bahwa restrukturisasi ini mencerminkan strategi baru Xbox untuk lebih berfokus pada waralaba (franchise) gim utama dengan basis pengguna yang masif.

Sebelumnya, Microsoft sangat agresif mengakuisisi banyak studio untuk memperkuat layanan Game Pass. Namun kini, manajemen menilai sebagian studio kecil akan memiliki prospek bisnis yang jauh lebih sehat jika beroperasi secara independen.

Sebagai bagian dari kebijakan baru ini, Double Fine dan Compulsion Games akan kembali menjadi studio independen dengan tetap memegang hak atas kekayaan intelektual (IP) mereka. 

Di sisi lain, studio raksasa seperti Mojang (pengembang Minecraft) dan King (pengembang Candy Crush) kini akan melapor langsung di bawah komando pimpinan tertinggi Xbox.

Gelombang PHK terbaru ini memperpanjang catatan efisiensi ekstrem Microsoft. Pada tahun 2024 lalu, perusahaan pimpinan Satya Nadella ini juga sempat memangkas lebih dari 2.000 karyawan di divisi Xbox serta menutup empat studio gim tak lama setelah merampungkan akuisisi jumbo terhadap Activision Blizzard.

Visited 2 times, 2 visit(s) today