Ilustrasi kanker tulang. (Dokumentasi: Istockphoto)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Keluhan sering kesemutan tanpa sebab, hingga penurunan berat badan secara drastis bisa jadi gejala kanker tulang. Kanker tulang atau sarkoma tulang adalah jenis kanker yang berasal dari sel-sel tulang itu sendiri. Kanker ini dapat berkembang di tulang mana pun di tubuh, namun paling sering ditemukan di tulang panjang pada lengan dan kaki, panggul, dan tulang belakang.
Spesialis Orthopedi Traumatologi Konsultan Onkologi Eka Hospital Muhammad Wahyudi mengatakan kesemutan atau rasa kebas di beberapa bagian tubuh ini biasanya muncul akibat adanya benjolan pada tulang yang menekan saraf di sekitarnya.
“Biasanya kalau benjolannya sudah besar, nah itu muncul rasa kesemutan. Jadi karena tumornya sudah terkena ke saraf,” katanya, Minggu (21/9/2025).
Walau demikian, Wahyudi menekankan gejala utama kanker tulang biasanya berupa rasa nyeri yang hebat dan berlangsung lama. Rasa nyeri ini sering kali muncul lebih dulu sebelum adanya benjolan ataupun kesemutan.
Selain itu, yang patut diwaspadai pula yaitu kelelahan, demam dan penurunan berat badan secara drastis yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
“Tanpa penanganan yang tepat, kanker tulang dapat menyebar ke organ lain. Penanganan yang efektif dapat mengurangi risiko ini dan meningkatkan peluang kesembuhan,” paparnya.
Gejala lainnya yakni tulang menjadi mudah patah. Biasanya, kata Wahyudi, tulang menjadi terasa lebih lemah sehingga mudah patah, bahkan tanpa cedera serius.
Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker tulang, deteksi dini dan gaya hidup sehat dapat membantu menjaga kesehatan tulang secara keseluruhan.
Wahyudi tak menampik, penyebab kanker tulang juga belum diketahui secara pasti , namun ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalaminya, di antaranya genetik, orang dengan riwayat penyakit tulang tertentu, riwayat radiasi atau terapi kanker.
Jika dokter mencurigai adanya kanker tulang, ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan. Pertama, pemeriksaan fisik, di mana dokter akan memeriksa area yang sakit dan bengkak.
Lalu, ada tes meliputi X-ray, MRI, CT scan, dan PET scan yang akan digunakan untuk melihat kondisi tulang dan sejauh mana kanker telah menyebar.
Kemudian bisa juga diatasi dengan biopsi tulang. Ini merupakan prosedur paling akurat untuk diagnosis. Sampel jaringan tulang diambil dan diperiksa di laboratorium untuk memastikan keberadaan sel kanker.














