Bos SKK Migas Sebut Shell Kepincut Studi Bersama di 5 WK, Keputusan di Tangan Menteri Bahlil

Bos SKK Migas Sebut Shell Kepincut Studi Bersama di 5 WK, Keputusan di Tangan Menteri Bahlil

Iwan Medium.jpeg

Selasa, 11 November 2025 – 21:15 WIB

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Selasa (11/11/2025). (Foto: ANTARA/Putu Indah Savitri).

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Selasa (11/11/2025). (Foto: ANTARA/Putu Indah Savitri).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto menyampaikan kabar baik soal investasi sektor minyak dan gas bumi (migas).

Diungkapkan, perusahaan migas raksasa dunia, yakni Shell bergabung dengan KUFPEC (Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company), telah menyampaikan proposal joint study, atau studi bersama di 5 wilayah kerja (WK) migas Indonesia.

“Top! Dia (Shell) sudah join (gabung) bersama KUFPEC sebesar 50:50. Mereka sudah mengajukan proposal ke Dirjen Migas,” kata Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Informasi saja, mitra kerja sama Shell, yakni KUFPEC, merupakan perusahaan hulu migas dunia yang bergerak di bidang eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak mentah dan gas alam di luar wilayah Kuwait. Di mana, KUFPEC merupakan anak usaha Kuwait Petroleum Corporation.

Djoksis mengungkapkan, melalui kerja samanya dengan KUFPEC, Shell sudah mengajukan permohonan untuk melakukan joint study di 2 WK offshore (lepas pantai) dan 3 WK onshore (darat) kepada Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman.

Saat ini, lanjut Djoksis, Kementerian ESDM masih melakukan evaluasi terhadap proposal tersebut. “Ini sedang dievaluasi oleh Dirjen Migas,” kata Djoksis.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman mengaku sudah menerima proposal Shell. Selanjutnya, proposal itu akan dikonsultasikan ke Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebelum diumumkan kepada publik.

“Setiap joint study harus kami konsultasikan dulu agar kami mendapatkan gambaran yang utuh joint study-nya seperti apa, goals-nya nanti seperti apa, dan peluang-peluangnya nanti seperti apa,” ujar Laode.

Pemerintah menawarkan lebih dari 5 WK kepada Shell, lalu Shell menyatakan ketertarikan terhadap 5 WK. Akan tetapi, Laode belum bisa mengungkapkan WK mana saja yang menarik minat Shell.

Yang jelas, tuturnya melanjutkan, saat ini, Shell sudah menunjukkan minat dan akan masuk di tahapan yang sangat awal, yakni joint study. “Mereka (Shell) akan masuk di tahapan yang sangat awal, yaitu joint study. Mereka sudah menyatakan minat untuk 5 WK,” ujar Laode.

Dengan demikian, proposal tersebut menunjukkan minat Shell untuk kembali ke industri hulu migas Indonesia.

Sebelum meninggalkan industri hulu migas Indonesia, Shell pernah terlibat dalam blok-blok migas raksasa Indonesia, seperti Blok Masela.

Blok Masela merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang bernilai 19,8 miliar dolar AS (sekitar Rp285 triliun) dan ditargetkan mulai berproduksi pada 2027.

Blok Masela berpotensi memproduksi gas 1.600 juta standar kubik per hari (MMSCFD) atau setara 9,5 juta ton LNG per tahun, gas pipa 150 MMSCFD, dan 35 ribu barel minyak per hari.

Pada 2023, PT Pertamina (Persero) mengambil alih participating interest atau hak partisipasi Shell Upstream Overseas Services Ltd sebesar 35 persen di Blok Masela, Maluku.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today