Budaya Batak Tembus Kampus Dunia

Budaya Batak Tembus Kampus Dunia


Warisan budaya Batak resmi melangkah ke panggung akademik internasional melalui kemitraan strategis antara Universitas HKBP Nommensen (UHN) dan Universitas Hamburg.

Dalam kunjungan delegasi yang dipimpin DR Effendi Simbolon, UHN menyerahkan proposal kerja sama multidisiplin yang menitikberatkan pada pelestarian dan digitalisasi naskah Batak, riset linguistik Austronesia, serta pertukaran akademik lintas negara.

Kolaborasi ini menandai babak baru diplomasi budaya Indonesia di ranah pendidikan global.

Rombongan yang dipimpin DR Effendi Simbolon, Ketua Yayasan UHN sekaligus Ketua Umum Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI), menyerahkan proposal kerja sama komprehensif kepada Professor Elsa Clave, Kepala Departemen Studi Austronesia Universitas Hamburg.

Pertemuan bersejarah ini menghasilkan kesepakatan kemitraan multidisiplin bertajuk “A Multidisciplinary Partnership for the Transformation of Knowledge, Culture, and Technology” yang memuat enam bidang utama dengan fokus pelestarian dan digitalisasi warisan budaya Batak.

Kerja sama mencakup empat ranah strategis, antara lain Ilmu Sosial dan Humaniora dengan kajian komparatif budaya Batak–Eropa Utara, riset linguistik Austronesia, etnografi naskah Batak, serta program pertukaran dosen dan mahasiswa.

Bidang Pengembangan Pendidikan dan Kurikulum menitikberatkan pada kurikulum berbasis kearifan lokal, beasiswa studi lanjut dosen, dan model pembelajaran berbasis teknologi.

Sementara itu, Studi Lingkungan dan Keberlanjutan menggarap pendidikan ekologi berlandaskan pengetahuan tradisional, serta Digital Humanities dan Teknologi Seni mencakup digitalisasi arsip seni, pengembangan platform AI untuk pendidikan musik, hingga pameran virtual.

Kemitraan ini merupakan langkah strategis menempatkan UHN sebagai institusi terdepan di Asia Tenggara.

Kolaborasi ini adalah jembatan antara tradisi dan inovasi yang memungkinkan terciptanya ruang belajar lintas batas geografis dan generasi.

Selain memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia, kerja sama ini membuka peluang baru bagi preservasi digital budaya Batak agar dapat diakses sebagai sumber pembelajaran global.

Integrasi teknologi AI dalam pendidikan seni dan musik menjadi penanda era baru eksplorasi pedagogis yang memadukan kearifan tradisional dengan teknologi mutakhir.

Program jangka panjang mencakup penandatanganan MoU resmi pada semester pertama, mobilitas fakultas dan mahasiswa setiap tahun, beasiswa studi lanjut dosen, serta seminar dan lokakarya tematik triwulanan.

Proyek digitalisasi budaya Batak akan dimulai pada semester kedua, sementara pengembangan platform musik berbasis AI dijadwalkan memasuki tahun kedua.

Puncak kegiatan adalah seminar internasional “Menelusuri Jejak Naskah (Manuscript) Batak” pada 26 September 2025 yang menghadirkan lima pakar nasional dan internasional, termasuk Professor Elsa Clave, DR Roberta, Manguji Nababan, Renata Siagian, dan Toga Panjaitan.

Seminar akan membahas kajian Batak dan Austronesia, digitalisasi naskah kuno, diplomasi budaya, serta peran diaspora dalam pelestarian identitas Batak.

Kedua universitas juga sepakat menggelar kuliah umum daring sebagai langkah awal memperkuat riset, pertukaran akademik, dan kerja sama budaya.

Kunjungan delegasi UHN ke Hamburg terdokumentasi dalam berbagai momen penting, mulai dari foto bersama di depan bangunan klasik Universitas Hamburg dengan bendera UHN, hingga penyerahan proposal dan cendera mata berupa plakat resmi dan ulos Batak sebagai simbol persaudaraan.

Diskusi formal menutup pertemuan dengan pemaparan visi bersama membangun kemitraan akademik berkelanjutan.

Visited 3 times, 1 visit(s) today