Bukan Cuma Alam, Kosmetik dan Fashion Lokal RI Kini Jadi Magnet Baru Turis Malaysia

Bukan Cuma Alam, Kosmetik dan Fashion Lokal RI Kini Jadi Magnet Baru Turis Malaysia

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 4 November 2025 – 21:22 WIB

 Wisatawan asal Malaysia. (Foto: Kemenpar)

Wisatawan asal Malaysia. (Foto: Kemenpar)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kolaborasi promosi pariwisata antara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI dan AirAsia MOVE sukses mencatat peningkatan 2.636 wisatawan asal Malaysia.

Kerja sama terpadu yang berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2025 ini berhasil mencatatkan total kunjungan lebih dari 68 ribu turis Malaysia dalam 50 hari.

Kolaborasi yang mengusung tema #MacamLokal ini sejalan dengan kampanye “Wonderful Indonesia”. Program ini mempromosikan destinasi seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta melalui berbagai aktivitas, mulai dari familiarisation trip bersama KOL Malaysia, promo tiket pesawat dan hotel di aplikasi, hingga konten digital.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menyatakan kemitraan ini adalah contoh sinergi publik-swasta yang efektif.

“Dengan peningkatan lebih dari dua ribu wisatawan Malaysia, kami dapat mengidentifikasi pola perjalanan yang lebih spesifik [dan] merancang strategi pemasaran yang lebih relevan,” ujar Ni Made dalam keterangannya, Kamis (30/10).

WhatsApp Image 2025-11-04 at 21.13.35 (1).jpeg

Country Head AirAsia MOVE Indonesia, Arbi Wienandar, menambahkan bahwa sinergi data dan teknologi terbukti dapat mendorong peningkatan wisatawan asing.

“Ke depan, AirAsia MOVE berkomitmen untuk terus mendukung visibilitas pariwisata Indonesia ke lebih banyak daerah, serta menarik lebih banyak potensi turis dari kawasan Asean,” kata Arbi.

Tren Wisatawan Malaysia: Gen Z dan Produk Lokal

Selain peningkatan jumlah kunjungan, data internal AirAsia MOVE juga mencatat sejumlah temuan menarik mengenai tren perjalanan turis Malaysia ke Indonesia.

Pertama, pelancong didominasi oleh segmen Milenial dan Gen Z, dengan 74% berusia 20–44 tahun. Generasi ini dinilai aktif membagikan momen perjalanan yang menciptakan efek promosi organik di media sosial.

Kedua, produk lokal Indonesia menjadi magnet wisata belanja. Riset menemukan bahwa jenama kosmetik, fashion indie, dan bahan kain lokal kini tengah naik daun dan diburu oleh masyarakat Malaysia.

Ketiga, faktor keterjangkauan harga tetap menjadi pertimbangan utama. Data mencatat lebih dari 5.300 pencarian tiket pesawat harian dari Malaysia ke Indonesia selama periode kampanye.

Pola perjalanan menunjukkan wisatawan cenderung memilih liburan singkat 2–3 malam, dengan rata-rata pengeluaran akomodasi Rp730 ribu per malam.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today