Butuh Banyak Dokter Gigi, Prabowo Genjot Beasiswa LPDP bagi Mahasiswa Kedokteran

Butuh Banyak Dokter Gigi, Prabowo Genjot Beasiswa LPDP bagi Mahasiswa Kedokteran

Vonita Medium.jpeg

Senin, 20 Oktober 2025 – 18:53 WIB

Presiden Prabowo Subianto (atas, kiri) didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka (atas, kanan) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). (Foto: Antara Foto/Aditya Pradana Putra/nz).

Presiden Prabowo Subianto (atas, kiri) didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka (atas, kanan) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). (Foto: Antara Foto/Aditya Pradana Putra/nz).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden RI Prabowo Subianto mengingkari agar beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) diprioritaskan bagi mahasiswa kedokteran. Menurutnya, pengalihan ini perlu dilakukan karena Indonesia masih kekurangan tenaga dokter hingga spesialis.

Hal ini diungkapkan Prabowo ketika memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (20/10/2025).

Awalnya, Prabowo menyoroti hasil dari program cek kesehatan gratis (CKG) yang telah dimanfaatkan oleh sekitar 43 juta masyarakat. Ia menyebut program ini bisa diakses setiap penduduk Indonesia setahun sekali pada saat mereka berulang tahun.

“Ini saya kira program pertama kali juga di sejarah Republik kita setiap warga negara berhak cek kesehatan gratis sekali dalam setahun pada hari ulang tahun dia dan ini mampu kita untuk bisa mencegah di saat dini,” kata Prabowo.

Sementara itu, Prabowo mengungkap hasil pemeriksaan CKG banyak ditemukan masalah pada kesehatan gigi. Sehingga, ia pun menyadari pemerintah memerlukan lebih banyak dokter gigi.

“Artinya bahwa sekarang ya kita harus menghasilkan dokter gigi yang cukup banyak,” ucapnya.

“Padahal kita tahu dokter umum saja kita kekurangan, kekurangan kita sangat besar. Kalau tidak salah kekurangan kita di atas 140 ribu dokter, kita kekurangan di atas 140 ribu dokter kita juga kekurangan spesialis, juga ribuan spesialis yang kita kurang. Ini PR,” ujar Prabowo menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut mengungkap banyak negara maju seperti Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat mengalami kekurangan tenaga medis. Karena itu, mereka merekrut dokter dari negara-negara lain dengan tawaran gaji tinggi.

Kondisi tersebut pun dinilai Prabowo bisa menjadi ancaman bagi Indonesia jika tidak segera memperkuat sektor pendidikan kedokteran.

“Negara yang kaya dia bisa ambil dokter dari negara-negara yang kurang kaya lulusan dari mana-mana, ya tergiur karena Inggris kekurangan dokter sangat banyak dia ambil dokter dari mana-mana. Jerman, Eropa Barat, Amerika, dokter perawat diambil dari mana-mana, dia mampu bayar sangat tinggi. Ini jadi masalah bagi kita,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Prabowo meminta kementerian terkait menyesuaikan kebijakan pendidikan agar mampu menjawab kebutuhan tenaga kesehatan nasional. Salah satunya dengan menambah fakultas-fakultas kedokteran.

“Artinya kebijakan pendidikan kita harus kita sesuaikan, berarti kita harus menambah fakultas fakultas kedokteran. Dan fakultas kedokteran yang ada pun harus ditambah jumlah mahasiswanya,” jelasnya.

Prabowo pun mengusulkan agar program beasiswa LPDP memprioritaskan bidang kedokteran.

“Dan ini kalau perlu kita tambah beasiswa mungkin LPDP prioritasnya antara lain yang paling atas adalah untuk kedokteran,” paparnya.

Topik
Komentar

Visited 5 times, 1 visit(s) today