Cuaca Ekstrem, Waspadai Ancaman Banjir dan Tanah Longsor di Tasikmalaya

Cuaca Ekstrem, Waspadai Ancaman Banjir dan Tanah Longsor di Tasikmalaya

Anton Medium.jpeg

Jumat, 7 November 2025 – 04:01 WIB

Ruas jalan di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya terendam banjir setelah diguyur hujan deras. (Foto; RRI)

Ruas jalan di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya terendam banjir setelah diguyur hujan deras. (Foto; RRI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemkab Tasikmalaya, Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan berbagai persiapan untuk menghindari risiko besar terhadap potensi ancaman bencana hidrometeorologi seperti cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor yang dapat membahayakan jiwa manusia.

“Kita sebagai pelayan masyarakat harus memastikan kewaspadaan itu kita betul-betul persiapkan untuk mengurangi risiko-risiko terjadi korban, baik korban nyawa ataupun harta benda,” kata Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi, Kamis (6/11/2025).

Ia menuturkan saat ini sudah memasuki musim penghujan yang harus menjadi perhatian tidak hanya jajaran pemerintah daerah maupun instansi lainnya, tapi juga masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana alam.

Semua elemen masyarakat, kata dia, harus mampu melakukan langkah mitigasi dan mempersiapkan diri untuk menghadapi potensi bencana alam yang kemungkinan terjadi pada musim hujan.

“Kita bagaimana bisa menyesuaikan diri dan mempersiapkan diri segala sesuatu yang terjadi ke depan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, saat ini pemerintah daerah, kepolisian, TNI, Taruna Siaga Bencana, dan sukarelawan telah siap siaga untuk melakukan langkah mitigasi maupun menanggulangi daerah terdampak bencana alam.

Bencana alam, kata dia, bisa terjadi kapan saja apalagi saat ini musim hujan sehingga perlu kewaspadaan semua pihak untuk menghindari risiko besar dari potensi tersebut.

“Kita mempersiapkan diri karena berbicara bencana bisa datang kapan saja, apalagi sekarang diprediksi terjadi cuaca ekstrem baik hujan lebat ataupun angin kencang,” katanya.

Ia mengungkapkan, kesiapsiagaan itu harus dilakukan karena Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah yang memiliki potensi bencana alam seperti tanah longsor, banjir, angin kencang, dan lainnya.

“Selama 2025 ada 400 titik kejadian bencana alam, tentu itu membuktikan bahwa Kabupaten Tasikmalaya berisiko tinggi terhadap terjadinya bencana,” tandasnya.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today