Wamen Stella Christie: Kenaikan Investasi Riset 10 Persen Bisa Dongkrak Ekonomi 0,9 Persen

Wamen Stella Christie: Kenaikan Investasi Riset 10 Persen Bisa Dongkrak Ekonomi 0,9 Persen

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 7 November 2025 – 04:05 WIB

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie. (Foto: Diktisaintek)

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie. (Foto: Diktisaintek)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan pentingnya kemampuan pengambilan keputusan berbasis data, riset, dan sains bagi para lulusan perguruan tinggi vokasi dan profesional.

Pesan tersebut ia sampaikan dalam Orasi Ilmiah Wisuda Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) Tahun Akademik 2024/2025, di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

“Kita sering hanya fokus menghitung biaya, padahal manfaat riset dan sains jauh lebih besar dari yang kita bayangkan. Kenaikan investasi riset sebesar 10 persen dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 0,9 persen dalam jangka panjang,” ujar Stella Christie melalui keterangan tertulis, Kamis (6/11/2025).

Ia menegaskan, para pengambil keputusan di sektor publik harus mampu menyeimbangkan perhitungan antara biaya dan manfaat (cost and benefit) agar kebijakan yang dibuat berdampak luas dan berkelanjutan.

Stella mencontohkan sejumlah negara yang merasakan manfaat besar dari riset dan inovasi.

“Stanford University, misalnya, menghasilkan manfaat ekonomi tahunan senilai Rp44 kuadriliun atau setara 2,7 triliun dolar AS. Di China, klaster inovasi dan teknologi menyumbang 13,4 persen dari PDB nasional, dengan hanya 2,5 persen lahan konstruksi,” paparnya.

Menurutnya, perbedaan utama antara negara berpendapatan menengah dan tinggi terletak pada besarnya investasi riset serta penguasaan sains dan teknologi.

“Di Amerika Serikat, pendanaan riset tahunan mencapai 102 miliar dolar AS, sementara Indonesia baru sekitar 200 juta dolar AS, meski anggaran riset nasional telah meningkat 218 persen dibanding tahun sebelumnya di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Stella menekankan pentingnya visi jangka panjang.
“Bangsa kita harus mampu menghitung manfaat jangka panjang dari riset dan investasi sumber daya manusia,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan komitmen Kementerian Keuangan untuk terus mendukung pendidikan tinggi di bidang keuangan.

“Selamat kepada para wisudawan dan orang tua. Perjuangan panjang telah sampai di garis finis. Tapi masih ada garis finis lain dalam kehidupan, jadi jangan pernah lengah. Bekerjalah dengan hati,” kata Purbaya.

Diketahui, Wisuda PKN STAN 2025 diikuti sebanyak 991 wisudawan dari jenjang Sarjana Terapan dan Diploma Tiga.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today