Cucun Ingatkan Pembayaran Utang Whoosh tak Boleh Abaikan Penegakan Hukum Dugaan Skandalnya

Cucun Ingatkan Pembayaran Utang Whoosh tak Boleh Abaikan Penegakan Hukum Dugaan Skandalnya

Reyhaanah Medium.jpeg

Kamis, 6 November 2025 – 04:09 WIB

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cucun Ahmad Syamsurijal di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2025).(Foto: inilah.com/ Reyhaanah Asya)

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cucun Ahmad Syamsurijal di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2025).(Foto: inilah.com/ Reyhaanah Asya)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (Waketum PKB), Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan, utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KJCB) atau Kereta Whoosh, jangan hanya dilihat dari kacamata pembiayaan. Aspek hukum yang mengiringi proses pengerjaannya harus jalan.

Ia menilai, langkah pemerintah dalam mencari solusi pembayaran utang Kereta Whoosh, tetap harus diiringi penegakan hukum yang profesional.

Hal itu disampaikan Cucun menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang siap membayar utang proyek Whoosh.

Cucun menyebut, penyelesaian masalah hukum yang mengiringi proses pengerjaan Kereta Whoosh, tidak boleh terabaikan. Keduanya harus seiring dan sejalan.

“Ya kalau permasalahan hukumnya pasti beda ya. Sudah tahu semua kan udah bicara. Urusan bisnis-bisnisnya, urusan hukum, pasti nanti akan berjalan,” kata Cucun kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Menurut dia, DPR akan menjalankan fungsi pengawasan jika terdapat persoalan hukum dalam proyek tersebut. Dalam hal ini, DPR akan meminta klarifikasi dari aparat penegak hukum, apabila diperlukan.

“DPR juga kan melihat. Pasti teman-teman DPR kalau menghadapi permasalahan hukum nanti akan bertanyakan kepada aparat penegak hukum,” ujar Wakil Ketua DPR itu.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto, memastikan, pemerintah memiliki dana untuk membayar utang proyek Kereta Whoosh. Pemerintah siap menanggung pembiayaan tersebut.

Prabowo menegaskan, cicilan utang senilai Rp1,2 triliun per tahun, dapat segera ditangani. Pemerintah memprioritaskan keberlanjutan infrastruktur agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pokoknya nggak ada masalah karena itu kita bayar mungkin Rp1,2 triliun per tahun. Tetapi manfaatnya, mengurangi macet, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan, ini semua harus dihitung,” kata Prabowo kepada wartawan di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

Eks Menteri Pertahanan (Menhan) era Jokowi ini, menekankan pentingnya penguasaan teknologi dalam proyek Kereta Whoosh. Sebab, hal ini menjadi simbol kerja sama Indonesia dengan China.

“Jadi saya tidak, tetapi saya kira yang penting kita kuasai teknologi. Kita, We are at an edge of best practice. Dan ini ingat ya, ini simbol kerja sama kita dengan Tiongkok (China),” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan akan bertanggung jawab atas permasalahan Whoosh. Ia meminta berbagai pihak untuk tidak lagi memperdebatkan hal tersebut.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan sudah meminta keterangan sejumlah pihak dalam penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh di lingkungan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“Tentunya pihak-pihak yang diduga mengetahui konstruksi perkara ini,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, beberapa hari lalu.

Budi menjelaskan KPK melakukan permintaan keterangan terhadap pihak-pihak tersebut agar mendapatkan informasi maupun konfirmasi yang membantu mengungkap perkara tersebut. “Belum ada pihak-pihak yang tidak kooperatif ketika dipanggil untuk dimintai keterangan,” pungkasnya.    

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today