Daftar 46 Konglomerat Pemilik Patriot Bonds Bocor di Medsos, Ini Kata Danantara

Daftar 46 Konglomerat Pemilik Patriot Bonds Bocor di Medsos, Ini Kata Danantara

Iwan Medium.jpeg

Selasa, 30 September 2025 – 11:21 WIB

Daftar konglomerat yang diduga mengempit Patriot Bond dari BPI Danantara. (Foto: Tangkapan layar akun Instagram @profesor_saham).

Daftar konglomerat yang diduga mengempit Patriot Bond dari BPI Danantara. (Foto: Tangkapan layar akun Instagram @profesor_saham).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Di ranah media sosial (medsos), heboh dengan munculnya daftar 46 konglomerat yang kepincut membeli surat utang atau Patriot Bonds milik Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Padahal, imbal hasil atau kupon dari obligasi itu, hanya 2 persen. Jauh di bawah cuan dari surat utang negara (SUN) yang masih di atas 6 persen.

Dikutip dari akun Instagram @profesor_saham, Selasa (30/9/2025), Anthony Salim berada di deretan teratas. Disusul Prajogo Pangestu, Sugianto Kusuma atau Aguan, Franky Widjaja, Boy Thohir, James Riady, Tomy Winata, Dato Tahir, Budi Hartono, Hilmi Panigoro, Sukanto Tanoto. Sjamsul Nursalim, Arsjad Rasjid dan banyak lagi lainnya. Totalnya itu tadi, 46 pengusaha.

Per 19 September 2025, komitmen dari 46 pengusaha itu terhadap Patriot Bonds mencapai Rp51,175 triliun. Atau mengalami oversubscribed dari target yang dibidik BPI Danantara sebesar Rp50 triliun.

MD Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief mengatakan, informasi yang menyebut 46 investor itu, bukan informasi resmi dan hingga saat ini, belum diumumkan terkait Patriot Bonds.

“Itu, bukan informasi resmi, dan hingga saat ini tidak ada pengumuman yang dikeluarkan (Danantara),” kata Al-Arief, dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Selasa (30/9/2025).

Al-Arief menuturkan, Patriot Bonds sedang dipersiapkan Danantara melalui skema private placement, sehingga tidak ditawarkan kepada publik. Selain itu, partisipasi dalam instrumen tersebut, bersifat sukarela.

“Prinsip mendasar dari Patriot Bonds adalah partisipasi sukarela dan tanggung jawab bersama. Skema ini membuka kesempatan bagi kelompok usaha Indonesia untuk berkontribusi pada agenda pembangunan lintas generasi, sekaligus memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan jangka panjang masyarakat,” ucap Al-Arief.

Dia bilang, Danantara berkomitmen menjalankan mandat sebagai pengelola investasi negara. mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi dan tata kelola yang kuat.

Sedangkan inisiatif pembiayaan diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi jangka panjang, serta memperkuat peran sektor swasta dalam pembangunan nasional.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today