PT Pertamina Patra Niaga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu. Warga kini dilatih untuk mengolah tanaman mangrove, yang selama ini hanya dikenal sebagai pelindung abrasi, menjadi produk olahan bernilai ekonomi seperti keripik dan manisan.
Pelatihan yang menyasar Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi ini digelar di Kantor Kelurahan Pulau Untung Jawa, Jumat (12/9) lalu.
Ketua kelompok, Aditya Jusendra, menyebut kegiatan ini membuka wawasan baru bagi masyarakat.
“Masyarakat jadi tahu bahwa mangrove tidak hanya pelindung abrasi, tetapi juga memiliki potensi ekonomi besar sebagai bahan produk UMKM. Kerja sama ini sangat bermanfaat,” ujarnya, Selasa (16/9).
Juhro, salah satu peserta, menambahkan bahwa keterampilan baru ini membuka peluang usaha yang bisa dipasarkan kepada para pengunjung pulau.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga JBB, Susanto August Satria, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
“Program ini mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” ungkap Satria.
Program ini diharapkan dapat melahirkan produk ekonomi unggulan baru dari Kepulauan Seribu, sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).














