Peresmian acara DGVeRS 2025: Celebrating Connectivity, Creativity & Community di The Dome Senayan Park (Spark) Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2025). (Dokumentasi: Inilah.com/ Harris Muda)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menegaskan komitmen pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam hal percepatan transisi digital di Indonesia.
Itu ditegaskan Qodari saat membuka acara DGVeRS 2025: Celebrating Connectivity, Creativity & Community di The Dome Senayan Park (Spark) Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2025).
“Saya yakin kalau Bapak Presiden mengetahui acara ini, beliau akan sangat senang. Pak Prabowo itu sangat-sangat memahami bahwa penting sekali transisi digital ini bagi bangsa Indonesia,” ucap Qodari.
Qodari mengungkap, salah satu terobosan percepatan digitalisasi yang dilakukan pemerintah ialah menyediakan smart TV di 330 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
Qodari menegaskan, langkah ini menunjukkan keberpihakan pemerintah pada pemerataan digitalisasi di seluruh daerah sekaligus dukungan nyata terhadap sektor pendidikan.
“Di tahun pertama beliau jadi Presiden, beliau ingin agar 73 persen sekolah di Indonesia punya akses digital. Beliau menyelenggarakan MBG (Makan Bergizi Gratis) bukan berarti pendidikan, diabaikan. Ya, pendidikan yes, MBG juga yes,” katanya.
Di samping itu, Qodari menegaskan pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan pasokan listrik dengan akan membangun PLTS di seluruh daerah khususnya yang masih kekurangan pasokan listrik.
“Diusahakan agar listriknya bisa pakai tenaga surya. Supaya apa? Pokoknya bagaimana caranya supaya nyala? Yang penting adalah komitmen dari Pak Prabowo,” tuturnya.
Terlepas dari itu, Qodari ikut mengapresiasi inisiatif diselenggarakannya DGVeRS 2025 yang disebutnya sebagai salah satu terobosan yang menyatukan tiga aspek penting di dunia digital.
“Pertama adalah dunia digital itu sendiri. Platformnya, hardware-nya, connectivity-nya, sinyalnya, kira-kira begitu. Yang kedua kreativitinya. Yang membuat dunia digital ini menjadi hidup kan kreativitasnya,” ucap Qodari.
“Tanpa kreativitas tidak mungkin dunia digital itu menjadi populer dan berpengaruh seperti sekarang ini. Yang ketiga komunitasnya atau community-nya. Ini semua tiga hal ini dikumpulkan,” katanya.













