Ketua KPK Setyo Budiyanto. (Foto: Tangkapan Layar Youtube KPK).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat aset hasil tindak pidana korupsi senilai Rp229,81 miliar telah dialihkan untuk dimanfaatkan negara dan masyarakat. Aset tersebut dialihkan melalui sejumlah mekanisme, mulai dari lelang, penetapan status penggunaan (PSP), hingga hibah kepada instansi publik.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar hasil korupsi yang berhasil dipulihkan tidak berhenti sebagai barang sitaan, tetapi dapat kembali memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat.
“KPK memastikan aset hasil korupsi kembali bermanfaat nyata bagi negara dan masyarakat melalui lelang, kemudian penetapan status penggunaan (PSP), serta hibah ke instansi publik,” kata Setyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Ia mengatakan, berdasarkan data KPK, sejumlah aset telah dialihkan atau dihibahkan maupun ditetapkan status penggunaannya kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
“Nilainya adalah Rp229,81 miliar,” ujarnya.
Menurut dia, sejumlah aset dari perkara korupsi tersebut bahkan telah digunakan kembali dan dimanfaatkan oleh pemerintah.
Dengan demikian, pemulihan aset menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian pemberantasan korupsi. KPK tidak hanya berupaya menghukum pelaku, tetapi juga memastikan kerugian dan hasil tindak pidana korupsi dapat kembali memberikan manfaat.
Setyo menegaskan, penindakan terhadap pelaku bukan merupakan tujuan akhir pemberantasan korupsi.
“Penindakan ini juga bukan sebagai tujuan akhir, menghukum pelaku adalah langkah penting tetapi mencegah lahirnya pelaku-pelaku baru jauh lebih menentukan,” ucap dia.
Menurut Setyo, pemberantasan korupsi membutuhkan keseimbangan antara penindakan dan pencegahan. Penindakan diperlukan untuk memberikan efek hukum terhadap pelaku, sementara pencegahan dibutuhkan untuk menutup celah yang memungkinkan korupsi kembali terjadi.
“Jika penindakan adalah obat, maka pencegahan adalah imun yang menjaga sistem tetap sehat dan bebas dari korupsi,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











