Dorong RI Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah Dunia, BI Gandeng Forjukafi

Dorong RI Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah Dunia, BI Gandeng Forjukafi

Iwan Medium.jpeg

Jumat, 14 November 2025 – 18:07 WIB

Kolaborasi Bank Indonesia (BI) dengan Forum Jurnalis, Wakaf dan Zakat Indonesia (Forjukafi) gelar Training of Trainer (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah di Jakarta, Jumat (14/11/2025). (Foto: Dok. Forjukafi).

Kolaborasi Bank Indonesia (BI) dengan Forum Jurnalis, Wakaf dan Zakat Indonesia (Forjukafi) gelar Training of Trainer (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah di Jakarta, Jumat (14/11/2025). (Foto: Dok. Forjukafi).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Untuk memperkuat ekonomi syariah di Indonesia, Bank Indonesia (BI) menjalin kolaborasi strategis dengan Forum Jurnalis Wakaf dan Zakat Indonesia (Forjukafi).

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Imam Hartono, mengatakan, kolaborasi BI dengan Forjukafi, bertujuan untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global pada 2029.

Imam yang hadir sebagai pembicara utama dalam Training of Trainer (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk jurnalis se-Jabodetabek tahun 2025 di Jakarta, Jumat (14/11/2025), menekankan peran penting Forjukafi dan generasi muda dalam mendorong kemajuan ekonomi syariah di Indonesia.

“Kita jadikan ToT ini sebagai momentum untuk bersama-sama membangun narasi ekonomi syariah yang lebih kuat, lebih dekat dengan masyarakat, dan lebih berdampak nyata bagi kesejahteraan bangsa,” kata Imam.

Merujuk data State of Global Islamic Report 2024/2025,  Indonesia menempati posisi ketiga dalam ekonomi syariah dunia. Di bawah Malaysia dan Arab Saudi.

Artinya, ekonomi syariah sudah menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Hingga 2029, BI menargetkan ekonomi syariah Indonesia berkembang pesat hingga, diharapkan bisa bertengger di peringkat pertama pada 2029.

“Bank Indonesia juga mengajak Forjukafi untuk lebih mengimplementasikan dan menyebarluaskan sistem ekonomi syariah, agar semakin berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar di Indonesia,” tambah Imam.

Ketua Umum Forjukafi, Wahyu Murayadi mengatakan, sebagai mitra strategis, Forjukafi memiliki peran kunci dalam memperkuat ekonomi syariah, melalui beberapa fungsi Utama. 

Misalnya, pengembangan narasi positif, melalui peningkatan pemberitaan yang positif dan konstruktif mengenai ekonomi syariah. “Awareness dan literasi public, misalnya, meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda digital, terhadap ekonomi syariah,” kata Wahyu.

Aspek lainnya, kata Wahtu, akuntabilitas berupa penyampaian informasi secara transparan dan kredibel untuk membangun kepercayaan publik. Edukasi akar rumput, yakni mendorong edukasi dan literasi ekonomi syariah melalui komunitas dan pesantren.

“Memperkuat pasar domestik tergambar dari melonjaknya permintaan produk halal di dalam negeri. Mendorong Inklusi social ekonomi dengan memperkuat peran ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf), koperasi, serta pemberdayaan UMKM,” imbuh mantan Jubir Istana era Presiden Gus Dur itu.

Dia menegaskan, pentingnya peran jurnalis dalam mengakselerasi ekonomi syariah di Indonesia. Suka atau tidak, media memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan. Kami percaya bahwa melalui pemberitaan yang akurat, transparan dan edukatif.

“Jurnalis dapat meningkatkan literasi ekonomi syariah dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya wakaf, zakat dan produk halal dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” ujar Wahyu.

Melalui kolaborasi ini, kata Wahtu, diharapkan bisa mengakselerasi terwujudnya tujuan. Yakni, menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia pada 2029.

“Kita yakin, upaya itu memberikan dampak positif yang luas bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today