Empat Film Indonesia Tembus Shanghai International Film Festival 2026

Empat Film Indonesia Tembus Shanghai International Film Festival 2026

Ikhsan Medium.jpeg

Kamis, 25 Juni 2026 – 01:31 WIB

Sekjen Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta (baris depan kedua kiri) dan Konsul Jenderal RI di Shanghai Berlianto Situngkir (kedua kanan) hadir dalam pemutaran film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (My Own Last Supper) di Shanghai, China, Jumat (19/6/2026). (Foto: KJRI Shanghai)

Sekjen Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta (baris depan kedua kiri) dan Konsul Jenderal RI di Shanghai Berlianto Situngkir (kedua kanan) hadir dalam pemutaran film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (My Own Last Supper) di Shanghai, China, Jumat (19/6/2026). (Foto: KJRI Shanghai)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Karya sineas Tanah Air kembali mencuri perhatian di panggung sinema global. Sebanyak empat film asal Indonesia sukses menembus festival film bergengsi, The 28th Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026, yang dihelat pada 20-23 Juni 2026 di China.

Keempat film yang mendapatkan panggung terhormat tersebut adalah Jumbo, Yuni, Garuda di Dadaku, dan Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang atau yang bertajuk internasional My Own Last Supper (MOLS). Istimewanya, film MOLS besutan sutradara Ismail Basbeth ini berhasil masuk dalam jajaran nominasi kategori utama yang sangat kompetitif, yakni Main Competition Golden Goblet Award.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta, mengapresiasi tinggi pencapaian luar biasa ini. Menurutnya, industri perfilman Indonesia saat ini tengah berada dalam tren pertumbuhan yang sangat positif dan semakin diperhitungkan di kancah internasional.

“Perfilman Indonesia tengah mengalami pertumbuhan yang luar biasa dengan karya-karya yang semakin diakui di tingkat internasional,” ujar Bambang di sesi nonton bersama film MOLS yang diinisiasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Shanghai di CMG Cinema Shanghai, dikutip Rabu (24/6/2026). 

Film MOLS sendiri sebelumnya telah melakoni pemutaran perdana untuk penonton global di Shanghai pada 16 Juni 2026.

Prestasi Kategori Animasi hingga Kamila Andini Jadi Juri

Selain MOLS, prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh film Garuda di Dadaku karya sutradara Ronny Gani yang terpilih masuk sebagai nominasi Golden Goblet Award untuk kategori animasi. Kehadiran delegasi Indonesia di ajang siber ini kian diperhitungkan dengan didapuknya sutradara sekaligus produser ternama, Kamila Andini, sebagai salah satu dewan juri Golden Goblet untuk kategori Asian New Talent.

Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Situngkir, yang turut hadir dalam pemutaran film menegaskan bahwa sinema memiliki daya tawar yang sangat tinggi sebagai jembatan diplomasi budaya yang efektif di kancah dunia.

“Film memiliki kekuatan untuk membangun koneksi lintas budaya, memperkenalkan identitas bangsa, dan membuka peluang ekonomi baru melalui industri kreatif,” urai Berlianto.

Pikat Ratusan Penonton Global dan Diaspora di Shanghai

Acara nonton bersama yang digelar atas kolaborasi apik antara Kementerian Kebudayaan, Matta Cinema, dan Ruang Basbeth Bercerita ini berlangsung meriah. Sebanyak 188 penonton memadati studio, terdiri dari pejabat pemerintah setempat, korps diplomatik negara sahabat, jurnalis internasional, akademisi, pelaku industri film, hingga masyarakat dan diaspora Indonesia yang bermukim di Shanghai. 

Sebelum layar terkembang, para penonton juga diajak mengikuti sesi bincang film (talkshow) interaktif bersama produser, sutradara, serta pemeran utama.

Bambang Wibawarta menambahkan, antusiasme penonton di Shanghai menjadi bukti otentik bahwa narasi lokal yang digarap dengan kuat mampu melintasi batas geografis budaya dan diterima oleh publik dunia.

“Kehadiran MOLS di SIFF 2026 membuktikan bahwa cerita lokal Indonesia yang dikemas dengan kuat dan autentik mampu menarik perhatian serta diterima oleh audiens global,” jelas Bambang.

Buka Peluang Kolaborasi dan Pasar Internasional

Tak berhenti di ruang pemutaran, delegasi Indonesia juga bergerak taktis menggalang jejaring bisnis. Pada 21 Juni 2026, agenda ‘Indonesia Film Talk’ sukses digelar di arena SIFF Market. Acara ini menghadirkan langsung sutradara dan produser film MOLS sebagai pembicara utama untuk mempromosikan perkembangan pesat serta potensi besar industri perfilman Indonesia.

Kehadiran film-film nasional di pasar China ini tidak hanya memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia, tetapi juga membuka keran kolaborasi internasional secara riil. 

Langkah strategis ini diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi para sineas Tanah Air sekaligus mendongkrak daya saing industri perfilman nasional di tingkat global.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today