Pesawat jet Rafale uji terbang di Escadron de Transformation Rafale (ETR) 3/4 Aquitaine, Base Aérienne 113, Saint-Dizier, Prancis, Rabu (24/9/2025). (Foto: Dok TNI AU)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa rencana penambahan pembelian 24 unit pesawat tempur Rafale dari Prancis masih berada pada tahap kajian pemerintah.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, proses tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan pertahanan nasional.
“Opsi penambahan masih dalam tahap kajian oleh pemerintah,” kata Rico saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Rico menambahkan, hingga saat ini belum ada kontrak baru yang diteken antara pemerintah Indonesia dan Prancis terkait rencana penambahan armada tersebut.
Kajian itu, lanjutnya, menjadi bagian dari proses evaluasi agar pengadaan alutsista benar-benar sesuai kebutuhan strategis pertahanan Indonesia.
Sebelumnya, rencana penambahan 24 unit Rafale juga disebut muncul dalam pembahasan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pertemuan bilateral beberapa waktu lalu.
Informasi tersebut turut beredar melalui unggahan akun Instagram khusus pertahanan @isds.indonesia yang menyebut opsi tersebut masuk dalam agenda pembahasan kerja sama kedua negara.
Sebagai informasi, Indonesia sebelumnya telah memiliki kontrak pembelian 42 unit Rafale yang ditandatangani saat Prabowo Subianto menjabat Menteri Pertahanan. Dari jumlah tersebut, tiga unit telah tiba sebagai gelombang awal kedatangan pada awal 2026.
Pengiriman pesawat tempur tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh kontrak terpenuhi.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














