​FIFA Dilaporkan tak Akan Kurangi Hukuman, TMJ Pasrah Jika Timnas Malaysia Kena Pengurangan Poin

​FIFA Dilaporkan tak Akan Kurangi Hukuman, TMJ Pasrah Jika Timnas Malaysia Kena Pengurangan Poin

Ibnu Medium.jpeg

Sabtu, 25 Oktober 2025 – 19:58 WIB

Pemilik klub Johor Darul Ta'zim (JDT) sekaligus Tokoh Kerajaan Johor, Tunku Ismail Idris Ibni Sultan Ibrahim. (Foto: The star)

Pemilik klub Johor Darul Ta’zim (JDT) sekaligus Tokoh Kerajaan Johor, Tunku Ismail Idris Ibni Sultan Ibrahim. (Foto: The star)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemilik klub Johor Darul Ta’zim (JDT) sekaligus Tokoh Kerajaan Johor, Tunku Ismail Idris Ibni Sultan Ibrahim, angkat bicara mengenai skandal pemalsuan dokumen naturalisasi yang menjerat Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM). 

Pria yang akrab disapa TMJ itu menegaskan agar semua pihak “bersiap menghadapi kemungkinan terburuk”.

Seperti diketahui, FAM dijatuhi sanksi oleh FIFA setelah tujuh pemain naturalisasi timnas Malaysia terbukti memalsukan dokumen. 

Para pemain itu diklaim memiliki keturunan dari Malaysia, namun temuan FIFA sebaliknya, menyebut kakek/nenek mereka berasal dari Spanyol, Argentina, dan Brasil.

Akibat pelanggaran tersebut, FIFA menjatuhkan denda kepada FAM sebesar 350 ribu Franc Swiss (setara Rp 7,3 miliar). Sementara ketujuh pemain dilarang beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan per 26 September lalu, plus denda 2.000 Franc Swiss (setara Rp 41 juta) per orang.

Sorotan mengarah kepada TMJ karena ketujuh pemain tersebut dilaporkan merupakan rekomendasinya.

Dalam sesi jumpa pers di Subang Jaya, Sabtu (25/10/2025), TMJ mengaku siap menerima tanggung jawab jika ada pihak yang menyalahkannya.

“Jika ada yang ingin menyalahkan saya atas apa yang terjadi, saya akan menerimanya dengan lapang dada,” tegas TMJ.

Meski demikian, ia juga menekankan bahwa kewenangan akhir untuk memverifikasi dan mengesahkan dokumen para pemain tersebut berada di tangan pemerintah, yakni Departemen Registrasi Nasional (JPN).

“Hal itu harus ditanyakan kepada JPN. Jika JPN merasa puas dengan dokumen yang diberikan FAM, itu merupakan kewenangan JPN. Sebab, pemerintah yang akan melakukan penilaian dan memutuskan. Itu hak prerogatif mereka,” paparnya.

FAM sendiri telah mengajukan banding atas sanksi FIFA. Namun, media lokal Scoop melaporkan bahwa FIFA diperkirakan tidak akan mengurangi hukuman yang telah dijatuhkan.

“Kemungkinan terburuk” yang dimaksud TMJ adalah jika FAM kalah dalam upaya banding berikutnya di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). 

Ia meyakini FAM akan membawa kasus ini ke level tertinggi untuk membersihkan citra negara yang tercoreng.

“Kita harus berjuang sampai akhir dan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk,” jelasnya.

“Saya rasa FIFA tidak akan mengubah keputusannya. Paling-paling, hukumannya mungkin diringankan. Mereka bisa saja menjatuhkan denda, mengurangi poin Harimau Malaya, atau menskors pemain yang terlibat,” ujarnya.

“Apa pun hasilnya, tim hukum kami akan terus berupaya menyelesaikan masalah ini. Itulah sebabnya FAM masih memproses masalah ini pada tahap ini,” tambahnya.

“Saya rasa FAM pasti akan membawa kasus ini ke CAS dan kita lihat bagaimana kita bisa membantu mereka dari sana,” tutup Direktur Johor Darul Ta’zim tersebut.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today