Game Indonesia Riftstorm Resmi Meluncur di Steam, Libatkan 120 Talenta Lokal

Game Indonesia Riftstorm Resmi Meluncur di Steam, Libatkan 120 Talenta Lokal

Game buatan Indonesia Riftstorm resmi diluncurkan secara global melalui Steam Early Access pada Selasa (11/8/2026), setelah menjalani proses produksi selama hampir lima tahun. 

Pengembangan game ini melibatkan lebih dari 120 talenta Indonesia dan dikerjakan oleh Confiction Labs bersama Agate sebagai co-development partner.

Peluncuran Riftstorm menjadi salah satu tonggak penting bagi industri game Indonesia karena proyek tersebut membawa karya pengembang lokal ke pasar global. 

Fase Early Access juga menjadi tahap baru bagi tim pengembang untuk mengembangkan game berdasarkan masukan dari komunitas pemain.

Riftstorm merupakan game aksi multiplayer kooperatif yang mengajak pemain menghadapi berbagai ancaman supranatural. Pemain dapat menggunakan beragam karakter, persenjataan, dan kemampuan unik yang terus berkembang sepanjang permainan.

Game tersebut dirancang agar dapat dipelajari oleh pemain baru, tetapi tetap menawarkan sistem build dan progres yang lebih mendalam bagi pemain yang ingin menguasai mekanismenya.

Dikembangkan Hampir Lima Tahun

Proses pengembangan Riftstorm berlangsung selama hampir lima tahun. Dalam periode tersebut, tim pengembang melakukan berbagai pengujian terhadap konsep, sistem permainan, hingga pengalaman bermain sebelum membawa game ke fase Early Access.

ResizedImage_2026-08-12_10-57-47_6803[1].jpg

Pengembangan tersebut juga menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perubahan perilaku pemain, dinamika industri game global, keterbatasan sumber daya, hingga kebutuhan untuk terus mengevaluasi arah pengembangan produk.

Berbagai ide dan sistem yang dikembangkan selama proses produksi kemudian diuji, disaring, dan sebagian ditinggalkan untuk menghasilkan versi Riftstorm yang kini tersedia bagi pemain melalui Steam Early Access.

Riftstorm Pernah Diuji Puluhan Ribu Pemain

Sebelum memasuki Early Access, Riftstorm telah melalui sejumlah tahap pengujian publik.

Pada fase Public Pre-Alpha pertama, lebih dari 5.000 pemain berpartisipasi. Rata-rata waktu bermain mencapai 1 jam 39 menit, sementara sejumlah pemain bahkan mencatat waktu bermain lebih dari 50 jam.

Pada Public Pre-Alpha kedua, jumlah peserta meningkat menjadi lebih dari 22.000 pemain yang berasal dari 110 negara. Total waktu bermain dalam tahap tersebut melampaui 22.000 jam.

Riftstorm kemudian mencatat pencapaian lain saat Public Alpha pada Oktober 2024. Game tersebut menempati posisi pertama dalam kategori Global Trending Free di Steam selama tiga hari berturut-turut pada 19 hingga 21 Oktober 2024.

Sementara pada Steam Next Fest Juni 2025, demo Riftstorm masuk dalam daftar 50 demo paling banyak dimainkan dari lebih dari 2.600 demo yang berpartisipasi.

Libatkan Lebih dari 120 Talenta Indonesia

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pengembangan Riftstorm adalah keterlibatan lebih dari 120 talenta Indonesia.

Tim tersebut mencakup profesional yang bekerja di Indonesia maupun diaspora Indonesia yang sebelumnya memiliki pengalaman mengerjakan berbagai waralaba game internasional, seperti Dynasty Warriors, Magic: The Gathering, Warhammer, Yu-Gi-Oh!, SMITE, hingga Samurai Warriors.

Pengalaman para profesional tersebut kemudian dipadukan dengan kapasitas produksi tim yang dibangun di Indonesia.

CEO Agate, Shieny Aprilia, mengatakan Riftstorm menjadi kesempatan untuk mempertemukan pengembang berbakat di Bandung dengan profesional diaspora Indonesia di berbagai negara.

“Riftstorm memberikan kesempatan langka untuk menyatukan developer berbakat di Bandung dengan profesional diaspora Indonesia di berbagai negara dalam satu proyek besar dan menantang. Memberi ruang bagi talenta Indonesia untuk berkarya, berkembang, dan membawa hasil pekerjaannya ke pasar global telah menjadi bagian dari misi Agate sejak 17 tahun lalu,” ujar Shieny.

Masuk Early Access, Pengembangan Masih Berlanjut

Peluncuran di Steam Early Access bukan menjadi tahap akhir pengembangan Riftstorm. Confiction Labs dan Agate masih akan melakukan berbagai pembaruan hingga game mencapai versi penuh atau 1.0.

Pembaruan tersebut mencakup penambahan konten, penyempurnaan gameplay, karakter, senjata, musuh, variasi misi, serta berbagai fitur baru. Pengembangan juga akan mempertimbangkan masukan dari komunitas pemain.

Creative Director Confiction Labs, Fandry Indrayadi, mengatakan fase Early Access menjadi kesempatan bagi tim untuk terus belajar dari pemain dan memperbaiki Riftstorm.

“Bagi saya, Riftstorm merupakan salah satu proses belajar terbesar dalam perjalanan sebagai pengembang. Membawa Riftstorm ke Early Access bukanlah garis akhir, dan kami menyadari bahwa kami belum memiliki semua jawabannya,” ujar Fandry.

Menurutnya, tim akan terus mendengarkan masukan pemain dan mengembangkan Riftstorm bersama komunitas global.

Tantangan Game Indonesia di Pasar Global

Peluncuran Riftstorm juga berlangsung di tengah pertumbuhan industri game global yang semakin kompetitif. Berdasarkan laporan Global Games Market Report 2025 dari Newzoo yang dikutip dalam materi peluncuran, pendapatan industri game global diperkirakan mencapai US$188,8 miliar pada 2025.

Di Indonesia, data Asosiasi Game Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Digital yang dipublikasikan pada 2025 memperkirakan nilai pasar game nasional mencapai sekitar Rp30 triliun.

Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar game Indonesia. Namun, pengembang lokal disebut baru menikmati sekitar 2,5 persen dari nilai pasar tersebut.

ResizedImage_2026-08-12_10-53-38_0037.jpg

Dalam konteks tersebut, Riftstorm menjadi salah satu contoh upaya studio Indonesia untuk membangun kapasitas produksi dan membawa karya buatan talenta lokal ke pasar internasional.

Visited 2 times, 2 visit(s) today