Garap Infrastruktur Kawasan Suci Besakih: WSKT Padukan Konstruksi dengan Nilai Budaya dan Spiritualitas

Garap Infrastruktur Kawasan Suci Besakih: WSKT Padukan Konstruksi dengan Nilai Budaya dan Spiritualitas

Iwan Medium.jpeg

Kamis, 18 Juni 2026 – 21:49 WIB

PT Waskita Karya (Perser/WSKT) Tbk 'percantik' infrastruktur Kawasan Suci Besakih, Bali. (Foto: Dok. Waskita Karya).

PT Waskita Karya (Perser/WSKT) Tbk ‘percantik’ infrastruktur Kawasan Suci Besakih, Bali. (Foto: Dok. Waskita Karya).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menjunjung tinggi nilai kesakralan Pura Besakih bagi Umat Hindu di Bali, PT Waskita Karya Tbk (Persero/WSKT) dipercaya membangun infrastrukturnya. Sejak lama, Pura Besakih dikenal sebagai destinasi wisata religius yang punya nilai budaya adiluhung.

Melalui revitalisasi Kawasan Suci Besakih yang rampung pada 2021  dengan nilai kontrak Rp201 miliar, Waskita Karya menghadirkan infrastruktur yang mendukung kenyamanan beribadah, sekaligus menjaga identitas budaya Bali yang telah diwariskan lintas generasi.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita mengatakan, pembangunan infrastruktur di Kawasan Suci Besakih, memiliki makna yang jauh melampaui aspek fisik bangunan.  

“Bagi Waskita Karya, pembangunan bukan hanya tentang menghadirkan konstruksi yang kokoh, tetapi juga menjaga ruang hidup bagi nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan kebersamaan masyarakat,” tutur Ermy, Jakarta, dikutip Kamis (18/6/2026).  

“Kami merasa terhormat dapat berkontribusi pada kawasan yang tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Hindu, tetapi juga simbol harmoni antara tradisi, kearifan lokal, dan kemajuan Indonesia,” imbuhnya.

Revitalisasi Kawasan Suci Besakih, lanjut Ermy, mencakup pembangunan dan penataan berbagai fasilitas strategis, mulai dari Pelataran Manik Mas, gedung parkir sepeda motor, Wiyata Mandala, area Bencingah, pedestrian, taman kawasan, hingga berbagai infrastruktur pendukung yang meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan pengunjung.

“Kami juga dipercaya membangun fasilitas sosial masyarakat seperti kantor desa, BUMDes, dan Wantilan yang memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat kehidupan sosial dan budaya masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Waskita Karya, lanjut Ermy, terus berupaya menjaga autentisitas bangunan, yang dipercaya sudah berdiri sejak abad ke-8. “Kami sangat menjaga agar pengembangannya tetap selaras dengan sejarahnya,” tandasnya.

Dalam pelaksanaan pembangunan, lanjutnya, Waskita Karya  mengedepankan prinsip-prinsip pelestarian warisan budaya dengan menjaga karakter arsitektur Bali yang sarat filosofi, serta nilai historis.

Pendekatan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, guna memastikan setiap elemen pembangunan tetap selaras dengan identitas dan kesakralan kawasan.

Ermy menyebutnya lebih dari sekadar destinasi religius, Besakih merupakan salah satu aset budaya Indonesia yang memiliki daya tarik global. Keberadaan Kawasan Suci Besakih, tidak hanya memperkuat identitas budaya nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM lokal, dan berbagai aktivitas sosial budaya yang tumbuh di sekitarnya.

Untuk itu, kata dia, Waskita Karya meyakini bahwa infrastruktur yang dibangun dengan menghormati budaya lokal akan menciptakan manfaat yang berkelanjutan.

“Dalam setiap proyek, perseroan senantiasa diarahkan untuk menghadirkan nilai tambah yang lebih luas, mulai dari peningkatan kualitas hidup masyarakat, pelestarian warisan budaya bangsa, hingga penguatan daya saing Indonesia di mata dunia,” tandasnya.

Momentum Hari Raya Galungan yang diperingati pada Rabu (17/6),  ribuan umat Hindu memadati Kawasan Suci Besakih untuk melaksanakan persembahyangan.

Deretan penjor yang menjulang anggun, lantunan doa yang mengalun khidmat, serta atmosfer spiritual yang menyelimuti kawasan tersebut, menghadirkan pengalaman budaya dan religius yang tidak hanya bermakna bagi umat Hindu.

Sejalan dengan semangat tersebut, kata Ermy, Waskita Karya terus berkomitmen membangun infrastruktur yang tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga merawat identitas, memperkuat toleransi, dan membuka peluang pertumbuhan yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Pengerjaan Pura Agung Besakih semakin memperkuat rekam jejak Waskita Karya dalam menghadirkan infrastruktur strategis yang kaya nilai sosial. Proyek ini turut menegaskan komitmen Perseroan sebagai BUMN Konstruksi dalam berkontribusi terhadap pembangunan inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi bangsa,” pungkasnya. 
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today