Gencatan Senjata Kembali Terkoyak! Komandan Top Hizbullah Ali Tabatabai Tewas Dirudal Israel di Beirut

Gencatan Senjata Kembali Terkoyak! Komandan Top Hizbullah Ali Tabatabai Tewas Dirudal Israel di Beirut

Ikhsan Medium.jpeg

Senin, 24 November 2025 – 22:58 WIB

Israel melancarkan serangan udara di Beirut, menewaskan Komandan Hizbullah Ali Tabatabai. (Foto: NewsBytes)

Israel melancarkan serangan udara di Beirut, menewaskan Komandan Hizbullah Ali Tabatabai. (Foto: NewsBytes)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Situasi di Timur Tengah kembali berada di titik didih. Kesepakatan damai yang selama ini rapuh akhirnya koyak kembali. Kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah, pada Minggu (23/11/2025) secara resmi membenarkan kabar duka bagi kubu mereka: salah satu komandan militer kunci, Ali Tabatabai, tewas dalam serangan udara presisi yang dilancarkan militer Israel di jantung ibu kota Lebanon, Beirut.

Dalam pernyataan resminya, Hizbullah mengungkapkan rasa duka mendalam atas gugurnya Tabatabai yang mereka sebut sebagai ‘seorang komandan militer kunci’ dalam struktur perlawanan. Serangan mematikan yang menyasar pinggiran selatan Beirut (Dahiye) tersebut tidak hanya merenggut nyawa sang komandan, tetapi juga menewaskan empat anggota Hizbullah lainnya yang tengah bersamanya.

Netanyahu: Dia Otak Persenjataan Kembali

Dari Tel Aviv, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak menutupi operasi tersebut. Pada Minggu pagi, militer Israel mengonfirmasi telah ‘menghabisi’ Tabatabai. Netanyahu secara terang-terangan menyatakan bahwa ia memberi lampu hijau atas serangan itu berdasarkan rekomendasi langsung dari Menteri Pertahanan Israel Katz dan Kepala Staf Eyal Zamir.

“Target ini memimpin peningkatan kapabilitas dan persenjataan Hizbullah,” tuding Netanyahu, menjadikan hal tersebut sebagai legitimasi serangan meski di tengah status gencatan senjata.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan dampak kemanusiaan yang nyata dari serangan ini. Sedikitnya lima orang tewas dan 28 warga sipil lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan dahsyat di area padat penduduk tersebut.

Gencatan Senjata Hanya di Atas Kertas?

Peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi kesepakatan gencatan senjata yang sejatinya telah berlaku sejak setahun lalu, tepatnya 27 November 2024. Alih-alih mereda, ketegangan di Lebanon selatan justru meningkat drastis dalam beberapa minggu terakhir. Israel tercatat mengintensifkan serangan udara hampir setiap hari dengan dalih menargetkan infrastruktur militer Hizbullah.

Data lapangan menunjukkan fakta yang mengerikan. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sejak gencatan senjata ditandatangani tahun lalu, setidaknya 331 orang telah tewas dan 945 lainnya luka-luka akibat tembakan dan serangan udara Israel.

Misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) pun tak bisa berbuat banyak selain mencatat pelanggaran. Laporan terbaru menyebutkan adanya lebih dari 10.000 pelanggaran wilayah udara dan darat yang dilakukan oleh Israel.

Pelanggaran butir kesepakatan juga terjadi secara kasat mata. Berdasarkan perjanjian damai, tentara Israel seharusnya sudah menarik mundur seluruh pasukannya dari Lebanon selatan pada Januari 2025 lalu. Namun, faktanya jauh panggang dari api; penarikan pasukan hanya dilakukan sebagian, sementara militer Israel bersikeras mempertahankan kehadiran mereka di lima pos perbatasan strategis.

Kematian Ali Tabatabai diprediksi akan memicu gelombang balasan baru, menyeret Lebanon dan Israel kembali ke jurang perang terbuka yang selama ini coba diredam oleh komunitas internasional.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today