Peringatan Hari TB Sedunia 2026 pada 24 Maret kembali menjadi pengingat serius bagi Indonesia.
Meski bertepatan dengan suasana libur Idulfitri, perhatian terhadap penanganan tuberkulosis (TB) tetap mendesak.
Indonesia kini berada dalam kawasan WHO Western Pacific Regional Office (WPRO). Dalam pernyataan terbarunya, kawasan ini diperkirakan memiliki sekitar 2,9 juta kasus TB.
Indonesia bersama Filipina dan China bahkan masuk dalam tiga negara dengan kontribusi kasus terbesar di dunia.
Selain itu, TB masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat penyakit menular di kawasan Pasifik Barat, menegaskan ancaman penyakit ini belum mereda.
World Health Organization melalui WPRO menekankan tiga pendekatan utama dalam pengendalian TB.
Pertama, mendekatkan layanan kesehatan langsung ke masyarakat melalui fasilitas kesehatan primer.
“Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat deteksi kasus dan mencegah penularan lebih luas,” kata Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama, kepada Inilah.com, Jakarta, Rabu (25/03/2026).
Kedua, negara-negara didorong segera mengadopsi teknologi tes diagnostik molekuler berbasis layanan dekat pasien (NPOC) yang mampu mendeteksi TB lebih cepat dan akurat.
Rekomendasi ini baru saja dirilis WHO pada 9 Maret 2026.
Ketiga, penghapusan stigma terhadap penderita TB serta penerapan layanan berorientasi pada pasien (people-centered care) menjadi kunci keberhasilan penanganan.
WHO juga menegaskan pengendalian TB bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga keputusan politik dan ekonomi yang strategis.
Direktur WPRO, Saia Ma’u Piukala, menegaskan eliminasi TB di kawasan bukan hal mustahil. Namun, hal itu mensyaratkan transformasi layanan kesehatan, desentralisasi, serta langkah cepat dan tepat dari setiap negara.
Tjandra Yoga Aditama juga mengingatkan momentum Hari TB Sedunia harus dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen nasional dalam pengendalian penyakit ini.
Ia berharap Indonesia mampu menekan angka kasus dan mewujudkan eliminasi TB melalui langkah nyata yang berkelanjutan.













