Harry Kane Kena ‘Santet’ Dukun Ghana?

Harry Kane Kena ‘Santet’ Dukun Ghana?

Tim nasional Inggris gagal meraih kemenangan saat menghadapi Ghana pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Gillette Stadium, Foxborough, Amerika Serikat, berakhir tanpa gol meski Inggris tampil sangat dominan.

Namun, bukan hanya hasil imbang yang menjadi perhatian publik. Seusai pertandingan, media sosial diramaikan oleh kemunculan sosok yang diduga dukun atau praktisi “juju” asal Ghana yang disebut-sebut mengirim kutukan kepada kapten Inggris, Harry Kane.

Inggris Dominan, Tapi Mandul di Depan Gawang

Skuad asuhan Thomas Tuchel menguasai hampir seluruh jalannya pertandingan.

Pada babak pertama, Inggris mencatatkan hampir 80 persen penguasaan bola dan menyelesaikan 328 umpan, berbanding hanya 78 milik Ghana.

Meski mendominasi, efektivitas menjadi masalah utama. Dari enam percobaan tembakan sepanjang babak pertama, tidak satu pun mengarah tepat ke gawang.

Situasi serupa berlanjut hingga babak kedua. Inggris menutup laga dengan 79 persen penguasaan bola dan 19 tembakan, tetapi gagal mencetak satu gol pun.

Sosok “Juju Guy” Jadi Sorotan

Tak lama setelah pertandingan berakhir, video yang memperlihatkan sejumlah suporter Ghana dengan atribut tradisional beredar luas di media sosial.

Salah satu sosok yang paling mencuri perhatian terlihat meniupkan serbuk putih ke arah lapangan dari tribun stadion.

Aksi tersebut direkam oleh YouTuber Inggris, Thogden, yang kemudian mengunggah video tersebut ke media sosial.

“Itu dia juju guy. Dia sedang menyihir Kane. Ghana baru saja membawa sihir ke stadion ini,” ujar Thogden dalam videonya sambil bercanda.

Video lain kemudian memperlihatkan momen Kane gagal memanfaatkan peluang di depan gawang.

“Dia gagal menyelesaikan peluang. Mungkin saja sihirnya bekerja,” tambahnya.

Dukun Ghana Klaim Targetkan Kane

Spekulasi semakin berkembang setelah media Inggris melaporkan pernyataan seorang dukun terkenal Ghana, Nana Kwaku Bonsam.

Menurut laporan tersebut, Bonsam mengaku telah mengirim kutukan kepada Kane menjelang pertandingan.

“Saya sedang mengincar Harry Kane. Saya tahu apa yang harus dilakukan untuk menghentikannya saat melawan negara saya,” ujar Bonsam.

Meski terdengar kontroversial, nama Bonsam memang pernah menjadi perhatian dunia sepak bola.

Pada 2014, ia sempat mengklaim bertanggung jawab atas cedera lutut yang dialami Cristiano Ronaldo menjelang pertandingan Portugal melawan Ghana di Piala Dunia.

Mitos atau Kebetulan?

Terlepas dari klaim tersebut, tidak ada bukti ilmiah maupun fakta yang menunjukkan bahwa performa Kane dipengaruhi oleh praktik supranatural.

Kebuntuan Inggris lebih banyak disebabkan oleh solidnya pertahanan Ghana yang mampu menutup ruang gerak lini serang The Three Lions sepanjang pertandingan.

Meski demikian, kemunculan sosok “juju guy” dan klaim dari Nana Kwaku Bonsam sukses menambah warna unik dalam perjalanan Piala Dunia 2026.

Bagi Inggris, hasil imbang ini membuat persaingan Grup L tetap terbuka hingga pertandingan terakhir. Sementara bagi Kane, sorotan kini bukan hanya soal ketajamannya di depan gawang, tetapi juga isu santet yang menjadi perbincangan hangat di dunia maya.

Visited 6 times, 4 visit(s) today