Hidupkan Lagi Bond Stabilization Fund, Purbaya: Saya Bantu Rupiah dengan Cara Sendiri

Hidupkan Lagi Bond Stabilization Fund, Purbaya: Saya Bantu Rupiah dengan Cara Sendiri

Clara Medium.jpeg

Kamis, 7 Mei 2026 – 06:09 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi April 2026 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (5/4/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi April 2026 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (5/4/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengaktifkan kembali instrumen utang melalui bond stabilization fund sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap pasar keuangan Amerika Serikat (AS).

Ia menjelaskan, skema ini berbeda dengan bond stabilization framework yang dikelola melalui protokol Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Instrumen tersebut selama ini belum dijalankan secara aktif.

Sebagai informasi, bond stabilization fund merupakan dana khusus yang dibentuk untuk mengendalikan imbal hasil (yield) dan biaya utang, sekaligus menjaga stabilitas pasar obligasi. Dana tersebut digunakan untuk membeli surat utang pemerintah yang dilepas investor.

“Itu bukan hal yang baru, tapi enggak pernah dijalanin. Sebetulnya sudah ada, tapi mati. Saya mau hidupin saja. Ini punya saya sendiri, bukan frame, bukan. Bond Stabilization Fund punya Kementerian Keuangan (Kemenkeu),” ujar Purbaya kepada wartawan di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, imbal hasil panda bond dinilai lebih rendah, yakni berkisar 2,3 persen hingga 2,5 persen, sehingga dapat menjadi alternatif pembiayaan yang lebih efisien.

Selain itu, Purbaya menyebut pemerintah telah menjalin komunikasi dengan sejumlah lembaga keuangan di China, termasuk Industrial and Commercial Bank of China (ICBC).

“Kita sudah berhubungan dengan ICBC. Mereka siap jalankan, ke sana demandnya. Pasar di sana sangat besar dan siap menampung. Ini kan yang kemarin Dim Sum kan di Hong Kong, ini Panda ke China. Jadi Anda tahu China pegang berapa triliun. Jadi dana mereka besar sekali. Jadi kita harus diversifikasi,” jelasnya.

Terkait sumber dana, Purbaya mengatakan dapat berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga tidak memerlukan koordinasi khusus dengan otoritas lain. “Anggarannya bisa dipakai macam-macam kan. Kita ada anggaran,” katanya.

Meski demikian, Kementerian Keuangan tetap berkoordinasi dengan bank sentral terkait aspek teknis di pasar. Skema bond stabilization fund ini juga akan dimanfaatkan untuk membantu stabilisasi nilai tukar rupiah.

Nantinya, dana yang dihimpun akan digunakan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas investor asing. “Saya akan coba bantu rupiah dengan cara saya sendiri,” tegasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 7 times, 1 visit(s) today