Ilustrasi PT PP (Persero) Tbk. (Foto: Antara).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kinerja keuangan PT PP Persero Tbk (Persero/PTPP) anjlok signifikan dalam sembilan bulan di tahun ini. Pendapatan maupun laba BUMN konstruksi ini, terkoreksi cukup dalam.
Mengutip dari laporan keuangan PTPP yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (24/10/2025), laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, hingga kuartal III-2025 hana tersisa Rp5,5 miliar. Atau terjun bebas 97,9 persen dibanding kuartal III-2024 yang masih tercatat Rp267,2 miliar.
Pun demikian dengan pendapatan PTPP hingga kuartal III-2025, babak belur ke level Rp10,7 triliun, jauh di bawah periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai Rp14 triliun. Bisa jadi karena sepi proyek dan melambatnya perekonomian.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan ikut turun menjadi Rp9,12 triliun ketimbang kuartal III-2024 yang mencapai Rp12,3 triliun. Alhasil, laba kotor PTPP mengalami penurunan tipis menjadi Rp1,61 triliun, dari sebelumnya Rp1,65 triliun.
Sementara dari pos beban usaha, justru membengkak menjadi Rp595,3 miliar, kerugian penurunan nilai juga naik menjadi Rp224,9 miliar, beban keuangan naik menjadi Rp1,5 triliun.
Untuk laba ventura bersama mengalami penurunan menjadi Rp642,1 miliar, bagian laba entitas asosiasi turun menjadi Rp33,6 miliar.
Dan, pendapatan lainnya naik Rp994 miliar. Lalu, dikurangi beban lainnya yang naik menjadi Rp590,2 miliar dan beban pajak final turun menjadi Rp272,7 miliar, maka laba sebelum pajak turun menjadi Rp45,8 miliar dari Rp100,5 miliar.
Jika dikurangi beban pajak penghasilan bersih yang naik Rp30,5 miliar, maka laba tahun berjalan hingga kuartal III-2025, menciut jadi Rp15,2 miliar dari kuartal III-2024 yang mencapai Rp23,07 miliar.
Adapun total aset hingga kuartal III-2025 menjadi Rp55,5 triliun, ketimbang aset akhir 2024 yang sebesar Rp56,5 triliun.
Total aset PTPP per 30 September 2025, sebesar Rp55,52 triliun, atau turun 1,88 persen dari Rp56,58 triliun per Desember 2024.
Sedangkan liabilitas dan ekuitas PTPP per September 2025, masing-masing tercatat Rp40,22 triliun dan Rp15,29 triliun.














