Akun media sosial resmi Liga Italia Serie A regional Indonesia, mendadak mengunggah sebuah foto pelatih asal Belanda, Frank de Boer, tak lama setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026.
Menariknya unggahan itu disisipi pernyataan yang seolah bernada sindiran kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Bagaimana tidak, mereka menuliskan kalimat: “Dari Frank de Boer kita belajar ……..,”. Begitu bunyi cuitan akun resmi X, SerieA_ID, Minggu (12/10/2025).
Serie A memang tidak menyinggung pihak manapun dalam cuitan dan unggahan foto Frank de Boer tersebut. Namun tampaknya warganet sudah cukup pintar menangkap pesan tersirat di dalamnya.
Di mana tak lain adalah terkait keputusan Erick Thohir mengganti pelatih Inter Milan saat dia masih duduk di kursi Presiden klub.
Momen itu tepatnya terjadi pada musim 2016/2017. Kala itu hubungan Erick dan Roberto Mancini sebagai pelatih kepala sempat tidak harmonis. Pemicunya masalah transfer dan hasil buruk saat pramusim. Keduanya pun akhirnya tak melanjutkan kerja sama.
Sebagai langkah cepat, manajemen menunjuk Frank de Boer untuk mengambil alih kursi pelatih. Namun keputusan itu justru menjadi bumerang.
Alih-alih memperbaiki situasi, de Boer hanya bertahan 14 pertandingan dengan catatan lima kemenangan, dua hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Dalam periode singkat itu, Inter cuma mencetak 15 gol dan kebobolan 19 kali. De Boer pun dicatat sebagai salah satu pelatih paling gagal dalam sejarah klub.
Serupa tapi tak sama, langkah itu seolah kembali diambil Erick ketika memimpin PSSI. Ia mengambil keputusan besar dengan memberhentikan Shin Tae-yong dari posisi pelatih kepala Timnas Indonesia pada Januari 2025, di saat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran tiga berlangsung.
Alasan yang beredar berkaitan dengan dinamika internal tim serta persoalan komunikasi di ruang ganti, yang dinilai tak mampu dikelola dengan baik oleh pelatih asal Korea Selatan tersebut.
PSSI kemudian menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Didatangkan dengan ekspektasi tinggi melebihi Shin Tae-yong, Kluivert memang terkenal dan punya nama besar sebagai pemain, tapi minim prestasi sebagai pelatih
Sayang, alih-alih memberikan hasil yang menjanjikan, Timnas Indonesia justru membukukan statistik jeblok selama lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 saat Kluivert memimpin.
Kekalahan atas Irak 0-1 pada laga pamungkas kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde empat, Minggu dini hari memperpanjang catatan buruk Kluivert bersama Rizky Ridho Cs.
Total dari enam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 yang telah dijalani, Kluivert baru mencatat dua kemenangan masing-masing 1-0 atas Bahrain dan China pada ronde ketiga.
Selebihnya, performa Garuda anjlok saat bermain di luar kandang. Kekalahan telak dari Australia (1-5) dan Jepang (0-6) memperlihatkan betapa tak berdayanya skuad Garuda di kandang lawan. Lalu dua kekalahan di ronde keempat kontra Arab Saudi 2-3 dan Irak 0-1. Hasil itu otomatis memupus harapan skuad Garuda melangkah lebih jauh ke putaran final Piala Dunia 2026.











