Indonesia Jadi Basis Produksi Pertama di Asia untuk Tempat Tidur RS Canggih

Indonesia Jadi Basis Produksi Pertama di Asia untuk Tempat Tidur RS Canggih

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 24 Oktober 2025 – 04:30 WIB

Produsen tempat tidur RS mulai produksi di Indonesia gandeng DV Medika. (Foto: Linet)

Produsen tempat tidur RS mulai produksi di Indonesia gandeng DV Medika. (Foto: Linet)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Produsen tempat tidur perawatan lanjutan (advanced care beds) nomor satu dunia asal Eropa, Linet, secara resmi memulai fasilitas produksi pertamanya di luar benua Eropa, dengan memilih Indonesia sebagai basis manufaktur strategis di Asia. 

Langkah bersejarah ini terwujud melalui kemitraan dengan perusahaan alat kesehatan nasional, DV Medika, yang akan memproduksi lini tempat tidur rumah sakit premium Linet berstandar global.

Acara peluncuran fasilitas produksi ini digelar pada Kamis (23/10/2025) dan dihadiri oleh Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalusia, Apt., M.Pharm., MARS, serta jajaran pimpinan Linet Asia dan DV Medika. 

Produksi akan berlokasi di fasilitas manufaktur modern milik DV Medika yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah.

Pemilihan DV Medika sebagai mitra didasarkan pada reputasi kuat, fasilitas modern, serta kepemilikan sertifikasi internasional (CPAKB, ISO 13485, dll). Kolaborasi ini dinilai sebagai tonggak penting dalam upaya mewujudkan kemandirian industri alat kesehatan (alkes) nasional dan mendukung transformasi menuju Smart Hospital.

CEO DV Medika, Steven Lee, menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan. 

“Melalui kemitraan dengan Linet, kami tidak hanya menghadirkan produk berstandar internasional, tetapi juga membangun ekosistem manufaktur yang mampu bersaing di tingkat global. Kolaborasi ini merupakan komitmen kami untuk terus berinovasi dan memberdayakan tenaga kerja lokal,” ujar Steven.

Senada dengan itu, Managing Director Linet Asia, Olivier Declemy, melihat potensi besar Indonesia sebagai hub produksi. 

“Indonesia memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi sumber daya manusia maupun arah kebijakan pemerintah. Kami percaya kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menghadirkan solusi perawatan berkualitas tinggi sekaligus mendukung agenda transformasi kesehatan nasional,” jelas Olivier.

Dirjen Farmasi dan Alkes Kemenkes, Dr. L. Rizka Andalucia, menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, langkah ini selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang percepatan penggunaan produk dalam negeri dan akan mendorong alih teknologi serta peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Upaya seperti ini penting untuk memastikan keberlanjutan ekosistem industri alat kesehatan di Indonesia agar lebih mandiri dan berdaya saing global,” katanya.

Tahap awal produksi akan mencakup empat produk unggulan Linet, yaitu Ultra-Premium Smart ICU Bed (Linet Multicare D), Premium ICU Bed (Linet Eleganza 4D), Smart Advanced Electric Bed (Linet Eleganza 2D), dan Premium Pediatric Bed (Linet Tom 2D). 

Keempat produk ini dirancang dengan fitur keselamatan pintar dan konektivitas digital untuk mendukung efisiensi layanan di rumah sakit modern. 

Kemitraan ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga membuka peluang ekspor produk alkes buatan Indonesia ke pasar global.

Topik
Komentar

Visited 5 times, 1 visit(s) today