Israel Bertingkah Lagi, Kini Tembaki Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon

Israel Bertingkah Lagi, Kini Tembaki Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon

Nebby Medium.jpeg

Sabtu, 3 Januari 2026 – 13:42 WIB

Personel Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL TA 2024 mengikuti upacara penyambutan di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/4/2025). Sebanyak 1.087 personel Satgas TNI Kontingen Garuda telah kembali ke Tanah Air dari penugasan menjaga keamanan serta perdamaian pada misi UNIFIL di wilayah Lebanon. (Foto: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/nym).

Personel Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL TA 2024 mengikuti upacara penyambutan di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/4/2025). Sebanyak 1.087 personel Satgas TNI Kontingen Garuda telah kembali ke Tanah Air dari penugasan menjaga keamanan serta perdamaian pada misi UNIFIL di wilayah Lebanon. (Foto: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/nym).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, melaporkan insiden tembakan senjata ringan dan senapan mesin yang menargetkan personelnya di dekat Kafer Shouba, Lebanon selatan, Jumat (2/1/2025).

“Pagi ini, pasukan penjaga perdamaian yang berpatroli di dekat Kafer Shouba melaporkan 15 tembakan senjata ringan yang mengenai jarak tidak lebih dari 50 meter dari mereka,” kata UNIFIL dalam pernyataan resmi, Sabtu (3/1/2025).

Kurang dari 20 menit kemudian, patroli kedua di wilayah yang sama menghadapi sekitar 100 peluru senapan mesin dengan jarak sekitar 50 meter dari lokasi mereka. UNIFIL memastikan kedua serangan tersebut berasal dari posisi militer Israel di selatan Garis Biru.

Meski demikian, misi PBB menegaskan tidak ada korban atau kerusakan yang dilaporkan dalam kedua insiden. Permintaan penghentian tembakan telah dikirim melalui jalur komunikasi resmi kepada militer Israel.

UNIFIL menekankan bahwa patroli tersebut telah dikoordinasikan sebelumnya. “Kami memberi tahu Pasukan Pertahanan Israel mengenai aktivitas patroli di wilayah tersebut, sesuai dengan prosedur yang biasa diterapkan untuk area sensitif di sekitar Garis Biru,” tambah pernyataan itu.

Misi PBB menilai insiden semacam ini terlalu sering terjadi dan mulai menjadi tren yang mengkhawatirkan. UNIFIL mengingatkan bahwa serangan terhadap atau di sekitar pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

UNIFIL menyerukan kepada militer Israel untuk menghentikan perilaku agresif terhadap pasukan penjaga perdamaian yang bertugas menjaga stabilitas di sepanjang Garis Biru. Hingga saat ini, militer Israel belum memberikan komentar atas pernyataan tersebut.

Patroli UNIFIL di Lebanon selatan sebelumnya juga menjadi sasaran tindakan agresif Israel, termasuk pembidikan laser dan tembakan peringatan. Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, menyebut insiden-insiden tersebut sebagai kejadian yang sangat berbahaya.

Gencatan senjata di Lebanon berlaku sejak November 2024 setelah perang Israel di Gaza menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai sekitar 17.000 lainnya. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 335 orang tewas dan 973 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata berlaku.

Berdasarkan kesepakatan, militer Israel seharusnya menarik diri sepenuhnya dari Lebanon selatan pada Januari 2025. Namun hingga kini, penarikan hanya dilakukan sebagian, dan Israel masih mempertahankan kehadiran militernya di lima pos perbatasan.

Visited 5 times, 1 visit(s) today