Italia Gagal ke Piala Dunia, Bos Napoli Desak Format Serie A Diubah dan Supercoppa Dihapus

Italia Gagal ke Piala Dunia, Bos Napoli Desak Format Serie A Diubah dan Supercoppa Dihapus

Kegagalan tragis Tim Nasional Italia menembus putaran final Piala Dunia 2026 memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Salah satu kritik paling tajam datang dari Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis (ADL), yang mendesak perombakan radikal dalam sistem kompetisi sepak bola di Negeri Piza tersebut.

Italia dipastikan absen dari Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun usai takluk di tangan Bosnia dan Herzegovina lewat drama adu penalti pada laga final play-off, Selasa malam waktu setempat.

Berbicara dalam wawancara dengan Radio CRC pada Rabu (1/4), De Laurentiis menegaskan bahwa akar masalah keterpurukan Gli Azzurri terletak pada jadwal kompetisi klub yang terlalu padat. Ia mendesak agar jumlah peserta kasta tertinggi Liga Italia (Serie A) segera dipangkas.

“Pandangan saya sudah jelas selama sepuluh tahun terakhir. Situasi ini hanya membuat saya tersenyum. Selama bertahun-tahun saya berargumen bahwa sepak bola Italia sedang stagnan dan tidak ada yang berubah,” ujar De Laurentiis.

“Kita selalu mengatakan bahwa terlalu banyak pertandingan yang dimainkan, dan ini menghancurkan para pemain kita. Hari ini, kita masih mempertahankan 20 tim di Serie A. Jika kita kembali ke format 16 tim dan menghapuskan ajang Piala Super (Supercoppa Italiana) yang dimainkan di Arab Saudi, kita akan mengistirahatkan para pemain. Mereka adalah aset yang kita bayar, dan kita akan memiliki waktu luang untuk membiarkan tim nasional berlatih,” tegasnya.

Aurelio-De-Laurentiis-Napoli-1024x683.jpg

Tuntut Kompensasi dan Asuransi Penuh

Selain wacana pemangkasan jumlah peserta liga, De Laurentiis juga menuntut keadilan finansial bagi klub. Ia mendesak agar federasi nasional memberikan kompensasi dan perlindungan penuh bagi klub yang melepas pemainnya untuk tugas negara.

“Memberikan kompensasi kepada klub untuk pemain yang dipanggil ke tim nasional dan jaminan asuransi penuh jika terjadi cedera: menurut pandangan saya, itulah titik awal kebangkitan yang kita butuhkan,” tambah bos Napoli tersebut.

Dukung Giovanni Malago Pimpin FIGC

Krisis yang melanda sepak bola Italia ini juga menggoyang kursi kepemimpinan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Posisi Presiden FIGC, Gabriele Gravina, kini berada di ujung tanduk setelah menolak untuk mundur meski mendapat tekanan besar dari internal.

Mantan Presiden Komite Olimpiade Nasional Italia (CONI), Giovanni Malago, belakangan santer disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Gravina. Wacana ini mendapat dukungan penuh dari De Laurentiis.

“Seseorang seperti Malago, yang terbiasa selalu melakukan yang terbaik karena dia adalah seorang profesional hebat, adalah sosok yang bisa memberikan kontribusi nyata. Dia juga memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi,” puji De Laurentiis.

“Jika kita memulai kembali bersama dia besok pagi, saya yakin kita akan kembali kuat dalam kurun waktu satu atau dua tahun ke depan,” pungkasnya.

Visited 8 times, 1 visit(s) today