Jakarta Jadi Sorotan Dunia: Kejuaraan Senam 2025 Siap Catat Sejarah Baru Indonesia

Jakarta Jadi Sorotan Dunia: Kejuaraan Senam 2025 Siap Catat Sejarah Baru Indonesia

Ibnu Medium.jpeg

Sabtu, 18 Oktober 2025 – 15:38 WIB

Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Ita Yuliati (kanan), Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari (kiri) menyampaikan keterangan pers jelang 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championship 2025 di Indonesia Arena, Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (10/10/2025). (Foto: Antara)

Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Ita Yuliati (kanan), Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari (kiri) menyampaikan keterangan pers jelang 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championship 2025 di Indonesia Arena, Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (10/10/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Juliati, menegaskan bahwa penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, pada 19–25 Oktober 2025, tidak hanya menjadi ajang prestisius dunia, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi pembinaan olahraga senam di tanah air.

“Saya percaya ajang ini akan begitu positif untuk Indonesia, khususnya bagi para pesenam muda. Karena kami ingin ajang ini menjadi inspirasi bagi generasi baru atlet senam Indonesia,” kata Ita dalam konferensi pers di Indonesia Arena, Sabtu (11/10).

Warisan Peralatan untuk Daerah

Berbeda dari penyelenggaraan event sebelumnya, Ita mengungkapkan bahwa seluruh peralatan yang digunakan dalam kejuaraan kali ini dibeli, bukan disewa. Langkah itu, kata dia, merupakan bentuk komitmen agar kejuaraan dunia ini meninggalkan warisan nyata bagi pembinaan senam di seluruh provinsi.

“Contohnya, untuk ajang ini kami membeli peralatan, bukan menyewa. Setelah kejuaraan berakhir, peralatan itu akan disumbangkan ke seluruh provinsi. Karena saya percaya, senam tidak akan berkembang tanpa fasilitas yang baik,” jelasnya.

Menurut Ita, upaya itu diharapkan dapat mempercepat pemerataan fasilitas pelatihan dan meningkatkan minat anak-anak di daerah untuk menekuni senam sejak dini.

Ajang Ramah Anak dan Lansia

Selain fokus pada kompetisi, Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 juga dirancang sebagai event inklusif yang memberi ruang bagi pengunjung dari berbagai usia.

“Kami akan memiliki dua fun zone — satu untuk anak-anak dan satu lagi untuk warga senior,” ujar Ita.

Ia menjelaskan, fun zone bagi lansia akan menjadi bagian dari kerja sama FIG, Fujitsu, dan ESSA yang mengembangkan program berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi dan mencegah penuaan. “Ini menunjukkan bahwa senam bukan hanya tentang kompetisi, tapi juga kesehatan dan kebugaran masyarakat,” tambahnya.

FIG: Indonesia Punya Potensi Besar

Presiden Federasi Senam Internasional (FIG), Morinari Watanabe, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan optimisme tinggi terhadap masa depan senam Indonesia.

“Kejuaraan ini merupakan papan loncat untuk senam di Indonesia. Dengan populasi lebih dari 300 juta, potensinya sangat besar,” kata Watanabe.
Ia menambahkan, senam adalah salah satu olahraga terbaik untuk anak muda karena mengembangkan kekuatan, kelenturan, dan disiplin.
“Ajang ini akan meninggalkan warisan yang bagus di sini,” tegasnya.

Delapan Atlet Indonesia Siap Berlaga

Dalam ajang bergengsi ini, FGI menurunkan delapan atlet terbaik nasional untuk bertanding melawan pesenam kelas dunia.
Mereka adalah:

  • Joseph Judah Hatugoan
  • Agung Suci Tantio Akbar
  • Abiyu Raffi
  • Muhammad Aprizal
  • Satria Tri Wira Yudha
  • Alarice Mallica Prakoso
  • Salsabilla Hadi Pamungkas
  • Larasati Rengganis

Ita berharap keikutsertaan mereka menjadi tonggak sejarah baru bagi kebangkitan senam Indonesia. “Kami ingin ajang ini tidak berhenti sebagai event satu kali, tapi menjadi awal dari masa depan senam yang lebih cerah di tanah air,” katanya.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today